Jumat, 01 Februari 2013

Enam Sekolah Senilai Rp 46 Miliar



BATAM KOTA (BP)- Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam tahun ini akan membangun enam sekolah baru yang nilai pembangunannya mencapai Rp 46 Miliar. Dua gedung baru adalah untuk SMP dan empat lainnya adalah untuk pembangunan SD. Pembangunan gedung ini baru akan selesai tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono di Bida Asri, Batam Center, Jumat (1/2). Ia mengatakan untuk pembangunan satu gedung SD yang baru dibutuhkan dana sekitar Rp 7,5 Miliar. Sehingga pembangunan empat sekolah SD senilai Rp 30 Miliar. Sementara untuk pembangunan satu unit gedung sekolah SMP Rp 8 Miliar, sehingga pembangunan dua gedung baru nilainya Rp 16 Miliar.

Selain pembangunan gedung sekolah yang baru ini, Distako juga akan melanjutkan pembangunan dua sekolah SMP yang tidak selesai dikerjakan tahun lalu, yakni SMP di Legenda Malaka dan di Dapur Duabelas.

Gintoyono mengatakan pembangunan sekolah baru ini akan dilakukan dalam tiga tahap, di mana dalam tahap pertama adalah permulaan. Tahap pertama ini lebih banyak memakan biaya. "Kalau tahap pertama itu dananya bisa mencapai Rp 3,5 Miliar. Dan tahap kedua itu biasanya sudah selesai dikerjakan. Kalau tahap ketiga itu hanya finishing saja,"kata Gintoyono.

Gintoyono berharap pembangunan sekolah ini berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan sehingga tahun depan bisa langsung digunakan dalam penerimaan siswa baru tahun mendatang. "Kalau tidak  siap akan tetap kita lanjutkan pembangunannya,"tambah Gintoyono.

Sementara untuk pembangunan gedung sekolah baru untuk tingkat SMA ditangani oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Gintoyono mengatakan pembangunan sekolah ini sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan dari warga.

"Memang sekolah di Batam ini masih butuh sekolah yang lebih banyak. Tetapi kami inikan hanya membangun saja. Yang menentukannya adalah instansi lain di Pemko Batam seperti Dinas Pendidikan,"kata Gintoyono. (ian)

Sabtu, 19 Januari 2013

UMK Tinggi Perlambat Pertumbuhan Industri


Sebagian Perusahaan Sudah PHK Buruh
LUBUK BAJA (BP)- Keluhan pengusaha mengenai tingginya kenaikan UMK di Batam ternyata sudah sampai di kementerian perindustrian. Bahkan dengan tegas Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun mengatakan tingganya UMK akan mempengaruhi pertumbuhan industri di Batam dan beberapa daerah Industri lainnya. Hal itu disampaikan Alex saat

pelantikan dan pengukuhan pengurus Kadin Batam di Novotel, Sabtu (19/1).Alex Retraubun mengaku ada beberapa daerah di Indonesia yang kenaikan upah buruhnya sangat signifikan seperti Jakarta, Batam dan daerah lainnya di Indonesia. Menurut Alex, meski baru awal tahun, dampak kenaikan upah buruh ini sudah terasa. Banyak perusahaan yang sudah melirik dan berniat merelokasi perusahaan untuk mencegah pengupahan yang tinggi.

"Di Jakarta saja sudah sangat terasa dampak kenaika upah ini. Sudah banyak perusahaan yang melirik daerah lain di luar Jakarta seperti di Magelang dan Magetan yang memang upah buruhnya jauh lebih rendah dari pada di Jakarta,"kata Alex.

Sebagai bidang yang memiliki kontribusi terbesar untuk negeri, perindustrian dan perdagangan menurut Alex Retraubun harus diproteksi dengan kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan konsumen dan para buruh. Ia berharap pertumbuhan perindustrian harus terus berkembang.

Mengenai Kadin dan APINDO yang menggugat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Alex tidak banyak berkomentar. Ia mengatakan proses hukum adalah yang tertinggi. Meski demikian, ia mengaku perlindungan terhadap industri terlebih UKM harus menjadi perhatian serius dari pemerintah.

"Pertumbuhan perekonomian di Batam ini masih sangat bertumpu kepada perindustrian. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama termasuk pemerintah. Jangan sampai nantio UKM tidak bisa jalan karena kesulitan dalam masalah pengupahan,"kata Alex.

Di lain sisi, masalah pengupahan ini juga menjadi polemik terlebih karena presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah mengeluarkan keputusan tentang penghapusan upah murah. Ia meminta kepada Kadin dan semua pengurusnya untuk sama-sama membahu mengembangkan perindustrian di Batam.

Perusahaan Sudah Mulai PHK Buruh

Meski saat ini gugatan terhadap Provinsi Kepri sedang berlangsung di PTUN, beberapa perusahaan di Batam ternyata sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meski demikian, pihak Kadin belum merilis beberapa perusahaan yang sudah melakukan PHK tersebut.

Ketua Kadin Kepri Johannes Kennedy Aritonang mengaku sejumlah pengusaha sudah kwatir tidak akan mampu membayar karyawannya dengan UMK yang sudah diputuskan Gubernur."Dari pada nanti bermasalah, pengusaha lebih baik PHK karyawannya. Karena kalau masih dipekerjakan tetapi upahnya tidak dibayar penuh, maka pengusaha akan melanggar hukum. Sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan itu. Tunggu saja, kalau waktunya sudah tepat kami akan merilis nama-nama perusahaan tersebut,"kata Jhon Kennedy.

Ia mengatakan kenaikan UMK yang sangat tinggi ini sangat berdampak negatif terhadap pertumbuhan perindustrian di Batam. Bahkan menurut Jhon Kennedy beberapa pengusaha di Batam sudah melirik luar negeri untuk relokasi perusahaan.

Hal yang sama disampaikan wakil ketua bidang UKM dan Koperasi, Kadin Batam, Syarifuddin Andi Bola. Ia mengaku sudah mengurangi karyawannya karena yakin tidak sanggup bayar UMK di atas Rp 2juta.

 "Saya punya UKM, karyawan saya hanya sedikit dan produksinya pun terbatas. Saya sudah melakukan pengurangan karyawan, karena memang tidak akan sanggup saya bayar gajinya,"kata Andi Bola.

Ia mengatakan tingginya kenaikan UMK ini sangat memukul UKM yang ada di Batam. Bahkan ia mengancam UKM yang ada di Batam akan melakukan mogok. Ia juga meminta pemerintah untuk melindungi mereka, agar tetap bisa eksis. (ian)

Kamis, 17 Januari 2013

DPRD Batam Jadi Calo Bansos


BATAM KOTA (BP) - Dalam APBD 2013 ini, Pemko Batam menggelontorkan dana hibah kepada anggota DPRD Batam sebesar Rp 300 juta per orang. Dana ini dimaksudkan untuk diberikan ke yayasan atau kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasinya kepada setiap anggota dewan

Dana hibah yang diambil dari APBD Pemko Batam tersebut merupakan dana bantuan sosial di 2013 dan diberikan secara cuma-cuma. Dana hibah ini juga sudah dibahas di banggar secara terbuka, dan dalam waktu dekat akan segera dicairkan tergantung permintaan dari masyarakat.

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain. Ia mengatakan bantuan sosial ini adalah untuk menjalankan suara masyarakat. Menurutnya saat ini banyak masyarakat yang meminta bantuan ke Pemko Batam dan salah satu cara yang ditempuh melalui anggota dewan.

"Ini hanya untuk meneruskan aspirasi masyarakat saja. Banyak yang hendak meminta bantuan bahkan mengantre, nah mungkin inilah salah satunya,"kata Yudi.

Pencairan dana hibah ini pun bukan diberikan langsung ke anggota dewan tetapi kepada yayasan atau panti asuhan atau kelompok masyarakat yang meminta bantuan melalui dewan. "Ini langsung ke rekening pemohon, jadi bukan ke anggota dewannya,"tambah Yudi.

Meski demikian, Yudi meminta kepada semua anggota DPRD terlebih di komisi II untuk berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Ia mengaku mekanisme pencairan dana hibah tersebut sudah dibahas agar tidak tersangkut masalah hukum di kemudian hari.

Adanya bantuan dana hibah dari APBD Batam 2013 senilai masing-masing anggota DPRD Batam Rp300 juta, dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Batam dari komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Ricky Indrakari.

"Memang benar ada, bahkan kemarin sudah dibahas di banggar kok. Itu transparan bukannya tertutup. Semuanya sudah pada tahu,' ujar Ricky kepada Batam Pos melalui sambungan telepon.

Bahkan Ricky menegaskan satu anggota DPRD Batam ada yang rencananya mendapatkan lebih dari Rp300 juta. "Itu kan variatif jumlah bantuannya, tiap anggota DPRD Batam tak sama nominalnya, tergantung berapa besar keperluan yayasan yang akan dibantu. Contohnya si A akan membantu masjid ukuran gedhe yang kalau dikalkulasikan pembangunan masjidnya mencapai Rp500 juta. Tak mungkin kan diberikan bantuan yang sama dengan masjid yang pembangunannya hanya membutuhkan dana kecil apalagi masjid itu sudah setengah jadi tinggal merehab saja," terang Ricky.

Besar kemungkinan terjadi penyelewengan dan proposal yayasan fiktif , Ricky tak menampik bisa saja itu terjadi. Namun Ricky menegaskan, uang sebesar itu dari APBD Batam 2013 untuk bantuan sosial atau dana hibah, tak langsung secara cash dalam bentuk uang dipegang oleh masing-masing anggota DPRD Batam.

"Anggota DPRD Batam hanya sebagai perantara saja, yang menentukan siapa yang pantas dan yayasan mana atau panti sosial mana yang berhak dibantu dengan dana hibah itu. Uangnya nanti langsung dikirimkan ke yayasan yang akan dibantu dan sudah ditunjuk oleh masing-masing anggota DPRD Batam. Kalau pingin tahu detailnya bisa tanya langsung ke Pemko Batam," terang Ricky. (ian)


Kisah Pernikahan Sejenis di Batam

 Musdalifa Janji Lindung Ninies dari Ancaman Mantan Pacar


Perkenalan Angga Soetjipto alias Musdalifa, 23 dengan Ninies Ramiluningtyas,41, bermula dari telepon salah sambung yang berujung ke pernikahan di KUA Sei Beduk, Batam Januari 2012 lalu. Pernikahan sesama jenis ini mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.

Alfian Lumban Gaol, Redaksi@batampos.co.id                                                                    
                                                                   
Malam itu, Selasa (16/1) jendela rumah di Blok B6 no 20 perumahan Puri Agung III RT02/ RW25 terbuka. Tetapi rumah itu terlihat kosong. Lampu di ruang tamu tidak menyala,tetapi lampu di kamar agak remang terlihat dari kaca jendela berwarna putih.

Rumah inilah yang menjadi tempat tinggal pasangan sejenis, sama-sama perempuan yang lolos menikah di KUA Sei Beduk 6 Januari 2012 lalu. Lampu di luar rumah tetap menyala,dan puluhan pot bunga masih tetap tersusun rapi. Berbagai jenis bunga ada di pekarangan rumah tersebut yang menambah kesan bahwa rumah tersebut ditempati oleh wanita.

Rumah ini jarang ditempati setelah pernikahan Angga Soetjipto alias Musdalifa,23, dengan Ninies Ramiluningtyas,41,terkuak ke publik. Ninies yang bekerja di sebuah perusahaan di Kawasan Muka Kuning, Batamindo ini memilih untuk pergi sementara untuk menghandari keramaian dan para awak media. Sementara Angga alias Musdalifah keberadaannya kini sudah tidak diketahui paska diusir warga seusai penggrebekan 6 Januari lalu oleh warga dan perangkat RT/RW setempat.

Paska penggrebekan tersebut Ninies memilih untuk diam dan tidak mau berkomentar baik kepada tetangga, warga sekitar dan para wartawan. Ia lebih memilih diam dan menghindar. Beberapa kali Batam Pos mendatangi rumahnya tetapi Ninies tak pernah ada di Rumah.

"Sejak kejadian itu ia sudah tidak ada di rumah, katanya ia mau ke rumah temannya. Saat pergi pun, ia menangis dan tidak mau memberitahu alamat temannya tersebut,"kata seorang tetangganya yang tidak mau namanya dikorankan tersebut.

Bahkan pada saat penggrebekan tersebut, Ninies tidak mau bercerita kepada warga dan RT setempat meski ia dalam keadaan tertekan. Tetapi karena didesak, ia pun mau bercerita mengenai hubungannya dengan ketua RW 25, Nugroho, itu pun melalui pesan pendek (SMS).

"Warga tidak ada yang tahu seputar hubungan Ninies dengan Angga itu. Ia tidak mau cerita sama sekali. Setelah kami desak, ia pun mau bercerita, itu pun hanya kepada saya lewat SMS, isi SMS ini pun tidak ada yang tahu selain saya,"kata Nugroho.

Dalam pesan pendek tersebut Ninies bercerita bahwa, dirinya berkenalan dengan Angga alias Musdalifah tersebut lewat telepon salah sambung pertengahan tahun 2011 lalu. Saat itu Ninies mengaku masih memiliki seorang kekasih berjenis kelamin pria yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan industri Kabil.Tetapi hubungannya dengan pria tersebut tidak berlangsung lama karena diketahui kekasihnya tersebut ternyata sudah memiliki istri.

"Saya kenal dia (angga alias Musdalifa,red) lewat telp salah sambung pak. Saat itu saya masih punya pacar yang kerja di Kabil. Pacar saya ternyata jahat udah punya istri,saya ingin putus tapi dia malah mengancam-ancam, SMS dari pacar saya masih saya simpan,"kata Ninies dalam SMS tersebut.

Ninies pun menceritakan semua persoalannya tersebut kepada Angga yang baru dikenalnya lewat telp salam sambung tersebut. Bak seorang pahlawan, Angga alias Musdalifa hadir sebagai penolong. Ia pun menjanjikan kepada Ninies akan membantu agar pacar Ninies tidak lagi mengganggunya.

Selang beberapa minggu, perkenalan kedua wanita tersebut berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Ninies sempat curiga dengan beberapa nama yang dimiliki Angga alias Musdalifa, terlebih karena nama yang ia gunakan di perusahaan tempatnya bekerja bukanlah Angga tetapi Roki.

Kepada Ninies Angga mengaku menggunakan nama lain karena kepepet ingin mencari kerja. Bahkan nama asli Musdalifah sudah ia ketahui sebelumnya. "Dibilangnya namanya Angga, kemudian dia ngaku pake nama di perusahaannya karena ia kepepet cari kerja, eh ternyata itu nama aslinya,"kata Ninies.

Hubungan kedua insan sesama jenis tersebut semakin dekat. Bahkan Ninies mengakui kalau Angga sangat baik kepadanya, makanya ajakan Angga untuk menikah tidak ditolak oleh Ninies. Meski demikian, Ninies mengaku mau dipersunting Angga alias Musdalifa, selain karena kebaikannya, Ninies mengaku hendak membimbing Angga. Ninies mengaku tidak tega menolak Angga terlebih karena statusnya yang yatim piatu.

Bahkan lebih jauh lagi, Ninies mengaku bahwa dirinya normal seperti wanita pada umumnya."Saya diam selama ini bukan karena saya tidak normal, tetapi saya tidak tega sama dia. Usaha parfum juga modal kami. Bahkan kami tidur tidaak satu ranjang. Dia (Angga,red) di belakang dan saya di depan. Tapi ini semua sudah terlanjur, selain gak tega saya juga malu bangat, tetapi saya pendam semua dan stress sendiri,"kata Ninies.

Setelah paska pernikahannya, Ninies juga pernah mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tidak mau dan menunda-nundanya. Ia mengaku sebelum menikah sudah curiga dengan jenis kelamin Angga, tetapi ia menepisnya dengan selalu berpikiran positif.

Mengenai lolosnya pernikahan mereka di KUA, Ninies mengaku bahwa dirinya dan Angga hanya terima bersih dan pengurusannya diberikan kepada staff di KUA tersebut.

Hal ini diperkuat dengan cerita Edwin, tetangga Ninies. Edwin menuturkan Ninies dan Angga sempat terlibat pertengkaran hebat beberapa hari setelah pasangan itu menikah. Saat itu menurut Edwin, Ninies mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tetap bertahan di rumah tersebut.

Setelah itu, kehidupan pasangan sejenis tersebut sangat tertutup dan tidak mau bersosialisasi dengan tetangga. Bahkan anehnya, Angga alias Musdalifah tidak mau keluar rumah kalau ada tetangganya di luar. "Kalau ada warga atau tetangganya di luar, si suaminya itu tidak mau keluar rumah,"kata Edwin.

Kebiasaan itu berlangsung hampir setahun. Kecurigaan bermula saat Angga tidak sengaja keluar rumah hanya dengan mengenakan kaos oblong. Padahal setiap hari, Angga selalu memakai jaket berukuran besar. Saat itu Edwin heran melihat Angga karena bentuk dadanya sama dengan perempuan pada umumnya.

"Selama ini tidak ketahuan karena ia selalu pakai jaket tetapi beberapa waktu lalu, ia hanya pakai kaos. Saya heran, ternyata dadanya besar. Saya pun langsung menceritakan ini kepada RT dan RW. Ketika saya lihat itu, Angga langsung lari masuk ke rumah. Selain itu, angga ini sangat rajin mengurus dan merawat bunga,"kata Edwin.

Pada akhirnya 6 Januari 2013 lalu, perangkat RT/RW setempat langsung datang dan menggrebek pasangan tersebut. Saat itu Ninies dan Angga tidak bisa mengelak. Akhirnya, Angga diusir warga dan hingga sekarang keberadaannya tidak diketahui. Sementara Ninies semakin tertutup dan sering bepergian ke rumah teman atau kerabatnya. (ian)

Rabu, 16 Januari 2013


Sekitar Satu Jam berpetualang di maya, Saya putuskan untuk pejamkan mata. Tiba-Tiba, Puisi pak Hasan Aspahani, yang juga pimpinan di kantor langsung terlintas. Puisi dengan tajuk 'Melanjutkan Perkelahian Hasan Aspahani' langsung terlihat. Sangat Luar Biasa......!!!!! Ini Puisi Beliau





Melanjutkan 'Perkelahian' Hasan Aspahani

berkelahilah. sampai keluar itu darah. kelak, kau tahu hakikat merah. makna merah yang menggugah. makna darah yang ketika kau lihat menumpah, setidaknya kau paham tentang riwayat hidup ayah.

anakku, berkelahilah. berkelahilah dengan segenap unsur tubuhmu. dengan akal, dengan tinju. dengan hati, juga dengan berbagai rasa ragu. tak usah takut akan datangnya hukuman. hukuman tak pernah ada, sampai kau benar-benar tahu menggunakan akal logika.

anakku, ayahmu di sini. di serambi rumah menunggumu sambil membaca koran sore, sambil menyeruput segelas kopi. teruslah berkelahi di sana. dan harap jangan pulang sebelum lebam dan luka tertoreh di wajah dan bahu yang rapuh itu. kelak, dengannya kau mengerti tentang makna memikul beban. kelak, kau paham tentang bagaimana menahan malu.

anakku, jangan pulang dulu. selesaikan dengan baik segala urusanmu. teruslah berkelahi, sampai tak ada yang tersumbat di hati. tumpaslah dendam dengan beringas, dengan ganas. namun jangan lupa, kau mesti tetap menggunakan akal waras. dengannya, nanti kau paham tentang bagaimana mendewasakan emosi hingga kau dikenal orang sebagai lelaki yang penuh isi. berisi dan layak dihormati.

anakku, berkelahilah. ayahmu ini, dulu, sewaktu masih seumuran denganmu juga sering berkelahi. tak ada yang melarang berkelahi. negara tak melarang, apalagi polisi. negara hanya melarang perang dan korupsi. sedang berkelahi? tak mengapa dengannya. tak usah takut untuk terus mencoba. sebab, dengan berkelahi kau akan mengerti bagaimana membuat taktik dalam hidup. kau lebih mengerti bagaimana memperlakukan seorang musuh selayaknya menyayangi famili yang datang dari jauh. berkelahi adalah milik laki-laki, anakku. karenanya, berkelahilah jika kau ingin membuktikan kelelakianmu itu.

nak, berkelahilah! dan jangan lekas marah.

Selasa, 15 Januari 2013

KAIDAH TERBANG LEBAH


Dari Judulnya, Saya Sudah Tertarik Membaca Artikel Ini. Jujur, Ini berisi pesan moral yang sangat lauar biasa. Ini akan tetap Saya Ingat, Terlebih ini adalah karya dari Bos di Kantor Bang Hasan Aspahani, Pemimpin Redaksi Batam Pos.

Anda pasti sudah pernah tahu betapa lebah adalah serangga yang pola kehidupannya banyak memberi hikmah bagi kita manusia. Dalam Al-Quran bahkan ada ayat yang dikumpulkan dalam satu bagian bernama Surat An-Nahl, Surat Lebah. Saya ingatkan beberapa hikmah itu:
1. Lebah tak seperti lalat yang hidup di tumpukan sampah dan lingkungan-lingkungan kotor. Maka, seperti lebah, jauhilah hal-hal buruk dalam kehidupan ini.
2. Seperti lebah, kunjungilah tempat-tempat yang baik, tidak mengandung fitnah, dan carilah rezeki yang halal dari sumber-sumber yang halal. Lebah terbang dari bunga ke bunga menjemput sari madu dan mengumpulkannya di sarang.
3. Lebah hidup rukun dalam satu koloni dan patuh pada seorang ratu, pemimpin koloni itu. Maka, taatilah pemimpin yang baik, kita percaya dan kita berikan amanah untuk menjadi pemimpin.
4. Lebah taat pada pembagian kerja. Ada yang bertugas membuat sarang, ada yang mencari madu, dan ada yang menjaga sarang, ada yang menjaga ratu. Kita pun harus menjalankan peran kita sebaik-baiknya. Jangan mengambil pekerjaan yang tidak kita kuasai, jangan merampas wilayah peran orang lain.
5. Lebah lebih beruntung daripada lalat karena punya sengat, tapi itu tidak digunakan sembarangan. Karena sekali menyengat berarti sesudah itu kematian. Maka lebah hanya akan menyerang bila koloninya terancam. Lihatlah, betapa lebah tidak bertindak untuk kepentingan pribadi. Buat kita, pelajarannya adalah kita tidak boleh diam ketika kita diganggu, kita harus rela membela bila kepentingan, martabat, dan harga diri kita dilecehkan.
Saya baru tahu ternyata secara anatomi, bila kita membandingkan ukuran tubuh dan sayap lebah, sesungguhnya sulit dipercaya lebah mampu terbang. Pada tahun 1934 seorang ahli matematika Perancis sampai pada kesimpulan itu setelah meneliti ukuran-ukuran aerodinamika seekor lebah. Nyatanya lebah adalah serangga yang mampu terbang menentang angin kencang. Mengagumkan. 
Apa yang menyebabkan lebah mampu terbang? Majalah National Geographic edisi Agustus 2008 melaporkan hasil penelitian tim yang dipimpin oleh Michael Dickinson, seorang ahli biologi dari California Institute of Technology. Ternyata lebah mengepakkan sayapnya yang kecil itu dengan cara yang tidak umum di kalangan serangga. Sebagian besar serangga menggerakkan sayapnya dalam gerakan panjang dan konstan. 
Lebah mengubah metode itu dengan gerakan pendek melengkung. Tetapi, rahasia pentingnya adalah lebah mengepakkan sayapnya lebih cepat. Bila rata-rata serangga lain terbang dengan kecepatan 200 kepakan per detik, maka lebah terbang dengan menggerakkan sayap kecilnya lebih cepat: 240 kali per detik!
Sayap kecil bukan hukuman alam. Bukan pula kutukan Tuhan sang pencipta. Ini pelajaran baru yang saya dapat dari serangga yang saya kagumi itu: tak masalah bila kemampuan kita terbatas, untuk bisa berhasil maka kita hanya harus berusaha lebih keras. Belajar dari kisah lebah di atas, saya menamakan ini Kaedah Terbang Lebah. Itu saja. Jangan pernah menyesali keterbatasan. Jangan pernah mengutuki apa yang diberikan Tuhan.

Menarik Kan Artikelnya......!!!!!

Stiker Parkir Berlangganan Tak Diminati Hanya terjual 12 Lembar per Hari


BATAM KOTA (BP) - Program stiker parkir berlangganan tahunan sudah berjalan hampir tiga bulan, tetapi jumlah peminatnya sangat minim. Hingga bulan ini jumlah stiker yang  terjual baru sekitar 1.094 lembar, atau rata-rata penjualan perharinya sekitar 12 lembar, atau baru terjual sekitar 1,5 persen dari 70 ribu stiker yang disediakan.

Dengan sepinya peminat stiker berlangganan ini, maka target PAD yang akan diraup senilai Rp 3 miliar kemungkinan besar tidak akan terpenuhi. Hal tersebut disampaikan Agus Sulaiman, Kepala UPT Parkir Dishub Kota Batam di kantornya, Selasa (15/1).

"Animo masyarakat terkaiit parkir berlangganan ini tidak terlalu besar. Setiap hari sangat sepi pemohon stiker parkir ini. padahal sudah sempat ditargetkan akan mampu meraup hingga tiga miliar,"kata Agus.

Secara rinci stiker parkir berlangganan yang sudah terjual yakni untuk roda dua sebanyak 222 lembar, stiker parkir roda empat 632 lembar dan untuk kendaraan berat sebanyak  240 lembar.

Agus mengatakan warga yang sudah membeli stiker berlangganan ini sudah langsung bisa menggunakannya. Ia juga berharap kepada petugas parkir di jalan untuk tidak lagi memungut uang parkir dari pemelik kendaraan tersebut.

"Itu sudah efektif diberlakukan. Kalau sudah ditempel di kendaraan, maka petugas parkir tidak berhak lagi untuk memungut atau meminta uang parkir dari pemilik kendaraan tersebut. Ini sangat efektif makanya kita berharap lebih banyak warga yang membeli stiker ini,"kata Agus.

Untuk mendapatkan stiker ini menurut Agus tidaklah sulit. Hanya dengan menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kepada petugas di konter-konter yang disiapkan Dishub Kota Batam, maka stiker akan langsung dimiliki dengan harga bervariasi. Stiker parkir untuk roda dua harganya Rp 100ribu, untuk roda empat Rp 250ribu, dan kendaraan besar Rp 300ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan pemberlakuan parkir berlangganan ini adalah upaya  menertibkan juru parkir liar yang banyak beroperasi di Kota Batam dan untuk meraup potensi PAD yang lebih besar.

Zulhendri juga mengatakan bahwa keberadaan stiker berlangganan ini sudah diketahui semua juru parkir di  jalan raya, terlebih yang memiliki seragam. Jika masih ada juru parkir yang tetap meminta uang parkir terhadap warga yang memiliki stiker ini diharapkan segera melapor ke Dishub.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Irwansyah mengatakan minimnya peminat stiker parkir berlangganan ini karena Dishub kurang bersosialisasi. Selain itu, Irwansyah juga mengatakan minimnya peminat stiker ini, karena program ini masih tergolong baru.

"Program ini sangat bagus, kalau ini bisa diterapkan Batam akan mendapatkan PAD tambahan yang lumayan besar. Makanya pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi, dan saya pikir, ini sangat menguntungkan para pengguna kendaraan,"kata Irwansyah.

Politisi dari PPP tersebut berharap Pemko Batam untuk lebih serius untuk menjalankan program ini. Bahkan ia meminta Dishub untuk membuka konter tambahan penjualan stiker parkir berlangganan tersebut. (ian)