Jumat, 15 Februari 2013
Solar Langka Hingga Maret
BATAM KOTA (BP)-Kelangkaan BBM jenis solar di Batam masih akan terjadi hingga sebulan kedepan. Ini dikarenakan kuota atau zonasi solar per Kabupaten/Kota di Kepri baru akan keluar Maret mendatang.Sebelum kuota tersebut keluar, pendistribusian solar ke SPBU solar akan tetap dibatasi.
Hal ini disampaikan Amsakar, kepala dinas Disperindag dan ESDM Kota Batam Sabtu (16/2). Amsakar mengatakan saat ini pihak pertamina hanya mendistribusikan solar 8 KL setiap pengiriman. Sementara pendistribusian setiap minggu hanya dilakukan tiga sampai empat kali pengiriman.
"Sebelum ada kelangkaan ini kan biasanya pengiriman dilakukan setiap hari. Setiap SPBU, tetapi pengirimannya ada hingga 16 KL per pengiriman. Sekarang memang dikurangi tunggu zonasi per kabupaten/kota,"kata Amsakar.
Amsakar mengatakan saat ini kuota yang dikeluarkan BPH Migas baru untuk tingkat propinsi. Dengan pengurangan kuota untuk provinsi Kepri, Amsakar berharap kuota untuk Kota Batam tidak dikurangi.
"Kita harus lihat jumlah penduduk dan pertumbuhan kendaraan di Batam. Jadi saya berharap untuk tahun ini, kuota untuk Batam juga ditambah. Kalau tidak bisa ditambah, paling tidak jangan dikurangi,"kata Amsakar.
Sementara itu saat ini disejumlah SPBU juga masih terjadi kelangkaan solar. Misalnya,Di SPBU PT Bintang Cipta Mandiri, di depan perumahan Genta III Batuaji.Kuota solar di SPBU ini dikurangi setiap minggunya.
Leo, pengawas di SPBU tersebut mengaku sebelumnya Pertamina mengirimkan solar 8 ton setiap hari, bahkan di akhir pekan biasanya 16 ton. Tetapi dalam beberapa minggu ini, Pertamina justru menguranginya sekitar 50 persen. “Jumat tidak ada, Sabtu hanya 8 ton padahal biasanya 16 ton. Sebentar saja sudah habis, sekarang tidak ada lagi, kamitidak jualan solar. Kami tidak tahu kenapa bisa seperti itu,”kata Leo.
Sebelumnya, Sales Representative Pertamina Wilayah Kepri Teuku Desky Arifin mengatakan tahun 2013 ini pihak Pertamina akan melakukan kitir (penjadwalan pengiriman) setiap hari. Setiap pengiriman sebanyak 8 KL.
“Jika tahun lalu, misalnya, sekali pengiriman SPBU mendapat 16 ribu kiloliter (KL) tahun 2013 akan dikurangi menjadi 8 ribu KL. Tapi pengiriman berlangsung setiap hari,” kata Desky.
I Ketut Permadi, Sales Area Manager Pertamina Wilayah Kepri mengaku saat ini kuota untuk semua kabupaten/kota belum dikeluarkan BPH Migas. Yang sudah keluar adalah untuk tingkat propinsi.Menurut I Ketut Kuota untuk Kota kemungkinan akan keluar di Akhir Februari atau bahkan sampai Maret.(ian)
Kamis, 14 Februari 2013
Oknum Pimpinan DPRD, Pimpinan Pemko dan Komisi IV Diduga Terima Suap
Pengadaan Alkes Diduga Sarat Korupsi
BATAM KOTA(BP)- Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain bersikeras agar pengadaan Alkes tahun ini ditunda. Hal ini seiring dengann dugaan penyuapan sejumlah anggota DPRD Kota Batam atas pengadaan Alkes dalam APBD yang disahkan 2012 lalu sebesar Rp 65 Miliar. Yudi meminta agar permasalahan ini terlebih dulu diselesaikan karena ada dugaan penyuapan ini terlalu kasat mata.
Yudi Kurnain mengatakan dugaan penyuapan ini ada dalam sebuah rekaman yang dipegang Rusmini,seorang anggota dewan di komisi IV DPRD Kota Batam. Yudi mengaku sudah mendengarkan rekaman tersebut dan dalam rekaman tersebut, seorang wanita yang diduga petinggi rumah sakit Embung Fatimah dengan jelas membeberkan bahwa dirinya memberikan sejumlah uang yang nilainya miliaran rupiah kepada petinggi pemko Batam, Pimpinan DPRD Kota Batam dan ratusan juta kepada komisi IV.
"Rekaman itu betul ada dan sudah saya dengar sendiri. Dalam rekaman tersebut disebut beberapa pejabat Pemko Batam dan DPRD Kota Batam terima suap. Tapi apakah itu betul atau tidak, ini yang perlu diverifikasi. Tapi yang jelas saya pernah dengar sendiri ada rekaman itu,"kata Yudi.
Yudi mengaku mau bicara masalah ini demi perbaikan institusi DPRD Kota Batam. "Isu ini memang sudah sampai kepenegak hukum. Jadi kita minta Alkes ditunda sampai permasalahan ini selesai. Karena ini menyangkut nama baik lembaga ini. Menurut saya hal-hal seperti ini terlalu kasat mata kalau kita mau tutup mata,"kata Yudi Kurnain.
Politisi dari Fraksi PAN ini juga mengaku heran dengan pengadaaan Alkes di Batam yang setiap tahunnya selalu sarat dengan permasalahan. Ia berharap Pemko Batam dan DPRD Kota Batam untuk sama-sama mengevaluasi hal ini. Dan ia meminta pengadaan Alkes ini kedepannya dilakukan secara transparan.
Ketua komisi IV Riki Solichin membantah adanya rekaman yang dimiliki anggota di komisinya. Bahkan ia menolak jika dihubungkan dengan berita tersebut. Riki mengaku dugaan suap pengadaan Alkes tersebut hanyalah fitnah.
"Saya tidak tahu dengan rekaman tersebut dan penyuapan di komisi IV sebesar ratusan juta rupiah tersebut tidak benar,"kata Riki Solichin.
Riki mengaku ada pihak-pihak tertentu yang ingin membenturkan komisi IV dengan Rusmini Simorangkir dan juga dengan Pemko Batam dan Pimpinan DPRD Kota Batam. Ia berharap semua anggota DPRD Kota Batam untuk menjaga nama baik DPRD Kota Batam.
Riki mengaku adanya permasalahan ini berawal dari sebuah perusahaan pemenang lelang di RS Embung Fatimah yang tidak kunjung berganti, atau masih perusahaan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya." Hal ini dipertanyakan komisi IV dan selanjutnya Rusmini mengklaim adanya rekaman tersebut"Kata Riki.(ian)
Jumat, 01 Februari 2013
Enam Sekolah Senilai Rp 46 Miliar
BATAM KOTA (BP)- Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam tahun ini akan membangun enam sekolah baru yang nilai pembangunannya mencapai Rp 46 Miliar. Dua gedung baru adalah untuk SMP dan empat lainnya adalah untuk pembangunan SD. Pembangunan gedung ini baru akan selesai tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono di Bida Asri, Batam Center, Jumat (1/2). Ia mengatakan untuk pembangunan satu gedung SD yang baru dibutuhkan dana sekitar Rp 7,5 Miliar. Sehingga pembangunan empat sekolah SD senilai Rp 30 Miliar. Sementara untuk pembangunan satu unit gedung sekolah SMP Rp 8 Miliar, sehingga pembangunan dua gedung baru nilainya Rp 16 Miliar.
Selain pembangunan gedung sekolah yang baru ini, Distako juga akan melanjutkan pembangunan dua sekolah SMP yang tidak selesai dikerjakan tahun lalu, yakni SMP di Legenda Malaka dan di Dapur Duabelas.
Gintoyono mengatakan pembangunan sekolah baru ini akan dilakukan dalam tiga tahap, di mana dalam tahap pertama adalah permulaan. Tahap pertama ini lebih banyak memakan biaya. "Kalau tahap pertama itu dananya bisa mencapai Rp 3,5 Miliar. Dan tahap kedua itu biasanya sudah selesai dikerjakan. Kalau tahap ketiga itu hanya finishing saja,"kata Gintoyono.
Gintoyono berharap pembangunan sekolah ini berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan sehingga tahun depan bisa langsung digunakan dalam penerimaan siswa baru tahun mendatang. "Kalau tidak siap akan tetap kita lanjutkan pembangunannya,"tambah Gintoyono.
Sementara untuk pembangunan gedung sekolah baru untuk tingkat SMA ditangani oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Gintoyono mengatakan pembangunan sekolah ini sebenarnya lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan dari warga.
"Memang sekolah di Batam ini masih butuh sekolah yang lebih banyak. Tetapi kami inikan hanya membangun saja. Yang menentukannya adalah instansi lain di Pemko Batam seperti Dinas Pendidikan,"kata Gintoyono. (ian)
Sabtu, 19 Januari 2013
UMK Tinggi Perlambat Pertumbuhan Industri
Sebagian Perusahaan Sudah PHK Buruh
LUBUK BAJA (BP)- Keluhan pengusaha mengenai tingginya kenaikan UMK di Batam ternyata sudah sampai di kementerian perindustrian. Bahkan dengan tegas Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun mengatakan tingganya UMK akan mempengaruhi pertumbuhan industri di Batam dan beberapa daerah Industri lainnya. Hal itu disampaikan Alex saat
pelantikan dan pengukuhan pengurus Kadin Batam di Novotel, Sabtu (19/1).Alex Retraubun mengaku ada beberapa daerah di Indonesia yang kenaikan upah buruhnya sangat signifikan seperti Jakarta, Batam dan daerah lainnya di Indonesia. Menurut Alex, meski baru awal tahun, dampak kenaikan upah buruh ini sudah terasa. Banyak perusahaan yang sudah melirik dan berniat merelokasi perusahaan untuk mencegah pengupahan yang tinggi.
"Di Jakarta saja sudah sangat terasa dampak kenaika upah ini. Sudah banyak perusahaan yang melirik daerah lain di luar Jakarta seperti di Magelang dan Magetan yang memang upah buruhnya jauh lebih rendah dari pada di Jakarta,"kata Alex.
Sebagai bidang yang memiliki kontribusi terbesar untuk negeri, perindustrian dan perdagangan menurut Alex Retraubun harus diproteksi dengan kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan konsumen dan para buruh. Ia berharap pertumbuhan perindustrian harus terus berkembang.
Mengenai Kadin dan APINDO yang menggugat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Alex tidak banyak berkomentar. Ia mengatakan proses hukum adalah yang tertinggi. Meski demikian, ia mengaku perlindungan terhadap industri terlebih UKM harus menjadi perhatian serius dari pemerintah.
"Pertumbuhan perekonomian di Batam ini masih sangat bertumpu kepada perindustrian. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama termasuk pemerintah. Jangan sampai nantio UKM tidak bisa jalan karena kesulitan dalam masalah pengupahan,"kata Alex.
Di lain sisi, masalah pengupahan ini juga menjadi polemik terlebih karena presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah mengeluarkan keputusan tentang penghapusan upah murah. Ia meminta kepada Kadin dan semua pengurusnya untuk sama-sama membahu mengembangkan perindustrian di Batam.
Perusahaan Sudah Mulai PHK Buruh
Meski saat ini gugatan terhadap Provinsi Kepri sedang berlangsung di PTUN, beberapa perusahaan di Batam ternyata sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meski demikian, pihak Kadin belum merilis beberapa perusahaan yang sudah melakukan PHK tersebut.
Ketua Kadin Kepri Johannes Kennedy Aritonang mengaku sejumlah pengusaha sudah kwatir tidak akan mampu membayar karyawannya dengan UMK yang sudah diputuskan Gubernur."Dari pada nanti bermasalah, pengusaha lebih baik PHK karyawannya. Karena kalau masih dipekerjakan tetapi upahnya tidak dibayar penuh, maka pengusaha akan melanggar hukum. Sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan itu. Tunggu saja, kalau waktunya sudah tepat kami akan merilis nama-nama perusahaan tersebut,"kata Jhon Kennedy.
Ia mengatakan kenaikan UMK yang sangat tinggi ini sangat berdampak negatif terhadap pertumbuhan perindustrian di Batam. Bahkan menurut Jhon Kennedy beberapa pengusaha di Batam sudah melirik luar negeri untuk relokasi perusahaan.
Hal yang sama disampaikan wakil ketua bidang UKM dan Koperasi, Kadin Batam, Syarifuddin Andi Bola. Ia mengaku sudah mengurangi karyawannya karena yakin tidak sanggup bayar UMK di atas Rp 2juta.
"Saya punya UKM, karyawan saya hanya sedikit dan produksinya pun terbatas. Saya sudah melakukan pengurangan karyawan, karena memang tidak akan sanggup saya bayar gajinya,"kata Andi Bola.
Ia mengatakan tingginya kenaikan UMK ini sangat memukul UKM yang ada di Batam. Bahkan ia mengancam UKM yang ada di Batam akan melakukan mogok. Ia juga meminta pemerintah untuk melindungi mereka, agar tetap bisa eksis. (ian)
Kamis, 17 Januari 2013
DPRD Batam Jadi Calo Bansos
BATAM KOTA (BP) - Dalam APBD 2013 ini, Pemko Batam menggelontorkan dana hibah kepada anggota DPRD Batam sebesar Rp 300 juta per orang. Dana ini dimaksudkan untuk diberikan ke yayasan atau kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasinya kepada setiap anggota dewan
Dana hibah yang diambil dari APBD Pemko Batam tersebut merupakan dana bantuan sosial di 2013 dan diberikan secara cuma-cuma. Dana hibah ini juga sudah dibahas di banggar secara terbuka, dan dalam waktu dekat akan segera dicairkan tergantung permintaan dari masyarakat.
Hal tersebut dibenarkan oleh ketua komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain. Ia mengatakan bantuan sosial ini adalah untuk menjalankan suara masyarakat. Menurutnya saat ini banyak masyarakat yang meminta bantuan ke Pemko Batam dan salah satu cara yang ditempuh melalui anggota dewan.
"Ini hanya untuk meneruskan aspirasi masyarakat saja. Banyak yang hendak meminta bantuan bahkan mengantre, nah mungkin inilah salah satunya,"kata Yudi.
Pencairan dana hibah ini pun bukan diberikan langsung ke anggota dewan tetapi kepada yayasan atau panti asuhan atau kelompok masyarakat yang meminta bantuan melalui dewan. "Ini langsung ke rekening pemohon, jadi bukan ke anggota dewannya,"tambah Yudi.
Meski demikian, Yudi meminta kepada semua anggota DPRD terlebih di komisi II untuk berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Ia mengaku mekanisme pencairan dana hibah tersebut sudah dibahas agar tidak tersangkut masalah hukum di kemudian hari.
Adanya bantuan dana hibah dari APBD Batam 2013 senilai masing-masing anggota DPRD Batam Rp300 juta, dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Batam dari komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Ricky Indrakari.
"Memang benar ada, bahkan kemarin sudah dibahas di banggar kok. Itu transparan bukannya tertutup. Semuanya sudah pada tahu,' ujar Ricky kepada Batam Pos melalui sambungan telepon.
Bahkan Ricky menegaskan satu anggota DPRD Batam ada yang rencananya mendapatkan lebih dari Rp300 juta. "Itu kan variatif jumlah bantuannya, tiap anggota DPRD Batam tak sama nominalnya, tergantung berapa besar keperluan yayasan yang akan dibantu. Contohnya si A akan membantu masjid ukuran gedhe yang kalau dikalkulasikan pembangunan masjidnya mencapai Rp500 juta. Tak mungkin kan diberikan bantuan yang sama dengan masjid yang pembangunannya hanya membutuhkan dana kecil apalagi masjid itu sudah setengah jadi tinggal merehab saja," terang Ricky.
Besar kemungkinan terjadi penyelewengan dan proposal yayasan fiktif , Ricky tak menampik bisa saja itu terjadi. Namun Ricky menegaskan, uang sebesar itu dari APBD Batam 2013 untuk bantuan sosial atau dana hibah, tak langsung secara cash dalam bentuk uang dipegang oleh masing-masing anggota DPRD Batam.
"Anggota DPRD Batam hanya sebagai perantara saja, yang menentukan siapa yang pantas dan yayasan mana atau panti sosial mana yang berhak dibantu dengan dana hibah itu. Uangnya nanti langsung dikirimkan ke yayasan yang akan dibantu dan sudah ditunjuk oleh masing-masing anggota DPRD Batam. Kalau pingin tahu detailnya bisa tanya langsung ke Pemko Batam," terang Ricky. (ian)
Kisah Pernikahan Sejenis di Batam
Musdalifa Janji Lindung Ninies dari Ancaman Mantan Pacar
Perkenalan Angga Soetjipto alias Musdalifa, 23 dengan Ninies Ramiluningtyas,41, bermula dari telepon salah sambung yang berujung ke pernikahan di KUA Sei Beduk, Batam Januari 2012 lalu. Pernikahan sesama jenis ini mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.
Alfian Lumban Gaol, Redaksi@batampos.co.id
Malam itu, Selasa (16/1) jendela rumah di Blok B6 no 20 perumahan Puri Agung III RT02/ RW25 terbuka. Tetapi rumah itu terlihat kosong. Lampu di ruang tamu tidak menyala,tetapi lampu di kamar agak remang terlihat dari kaca jendela berwarna putih.
Rumah inilah yang menjadi tempat tinggal pasangan sejenis, sama-sama perempuan yang lolos menikah di KUA Sei Beduk 6 Januari 2012 lalu. Lampu di luar rumah tetap menyala,dan puluhan pot bunga masih tetap tersusun rapi. Berbagai jenis bunga ada di pekarangan rumah tersebut yang menambah kesan bahwa rumah tersebut ditempati oleh wanita.
Rumah ini jarang ditempati setelah pernikahan Angga Soetjipto alias Musdalifa,23, dengan Ninies Ramiluningtyas,41,terkuak ke publik. Ninies yang bekerja di sebuah perusahaan di Kawasan Muka Kuning, Batamindo ini memilih untuk pergi sementara untuk menghandari keramaian dan para awak media. Sementara Angga alias Musdalifah keberadaannya kini sudah tidak diketahui paska diusir warga seusai penggrebekan 6 Januari lalu oleh warga dan perangkat RT/RW setempat.
Paska penggrebekan tersebut Ninies memilih untuk diam dan tidak mau berkomentar baik kepada tetangga, warga sekitar dan para wartawan. Ia lebih memilih diam dan menghindar. Beberapa kali Batam Pos mendatangi rumahnya tetapi Ninies tak pernah ada di Rumah.
"Sejak kejadian itu ia sudah tidak ada di rumah, katanya ia mau ke rumah temannya. Saat pergi pun, ia menangis dan tidak mau memberitahu alamat temannya tersebut,"kata seorang tetangganya yang tidak mau namanya dikorankan tersebut.
Bahkan pada saat penggrebekan tersebut, Ninies tidak mau bercerita kepada warga dan RT setempat meski ia dalam keadaan tertekan. Tetapi karena didesak, ia pun mau bercerita mengenai hubungannya dengan ketua RW 25, Nugroho, itu pun melalui pesan pendek (SMS).
"Warga tidak ada yang tahu seputar hubungan Ninies dengan Angga itu. Ia tidak mau cerita sama sekali. Setelah kami desak, ia pun mau bercerita, itu pun hanya kepada saya lewat SMS, isi SMS ini pun tidak ada yang tahu selain saya,"kata Nugroho.
Dalam pesan pendek tersebut Ninies bercerita bahwa, dirinya berkenalan dengan Angga alias Musdalifah tersebut lewat telepon salah sambung pertengahan tahun 2011 lalu. Saat itu Ninies mengaku masih memiliki seorang kekasih berjenis kelamin pria yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan industri Kabil.Tetapi hubungannya dengan pria tersebut tidak berlangsung lama karena diketahui kekasihnya tersebut ternyata sudah memiliki istri.
"Saya kenal dia (angga alias Musdalifa,red) lewat telp salah sambung pak. Saat itu saya masih punya pacar yang kerja di Kabil. Pacar saya ternyata jahat udah punya istri,saya ingin putus tapi dia malah mengancam-ancam, SMS dari pacar saya masih saya simpan,"kata Ninies dalam SMS tersebut.
Ninies pun menceritakan semua persoalannya tersebut kepada Angga yang baru dikenalnya lewat telp salam sambung tersebut. Bak seorang pahlawan, Angga alias Musdalifa hadir sebagai penolong. Ia pun menjanjikan kepada Ninies akan membantu agar pacar Ninies tidak lagi mengganggunya.
Selang beberapa minggu, perkenalan kedua wanita tersebut berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Ninies sempat curiga dengan beberapa nama yang dimiliki Angga alias Musdalifa, terlebih karena nama yang ia gunakan di perusahaan tempatnya bekerja bukanlah Angga tetapi Roki.
Kepada Ninies Angga mengaku menggunakan nama lain karena kepepet ingin mencari kerja. Bahkan nama asli Musdalifah sudah ia ketahui sebelumnya. "Dibilangnya namanya Angga, kemudian dia ngaku pake nama di perusahaannya karena ia kepepet cari kerja, eh ternyata itu nama aslinya,"kata Ninies.
Hubungan kedua insan sesama jenis tersebut semakin dekat. Bahkan Ninies mengakui kalau Angga sangat baik kepadanya, makanya ajakan Angga untuk menikah tidak ditolak oleh Ninies. Meski demikian, Ninies mengaku mau dipersunting Angga alias Musdalifa, selain karena kebaikannya, Ninies mengaku hendak membimbing Angga. Ninies mengaku tidak tega menolak Angga terlebih karena statusnya yang yatim piatu.
Bahkan lebih jauh lagi, Ninies mengaku bahwa dirinya normal seperti wanita pada umumnya."Saya diam selama ini bukan karena saya tidak normal, tetapi saya tidak tega sama dia. Usaha parfum juga modal kami. Bahkan kami tidur tidaak satu ranjang. Dia (Angga,red) di belakang dan saya di depan. Tapi ini semua sudah terlanjur, selain gak tega saya juga malu bangat, tetapi saya pendam semua dan stress sendiri,"kata Ninies.
Setelah paska pernikahannya, Ninies juga pernah mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tidak mau dan menunda-nundanya. Ia mengaku sebelum menikah sudah curiga dengan jenis kelamin Angga, tetapi ia menepisnya dengan selalu berpikiran positif.
Mengenai lolosnya pernikahan mereka di KUA, Ninies mengaku bahwa dirinya dan Angga hanya terima bersih dan pengurusannya diberikan kepada staff di KUA tersebut.
Hal ini diperkuat dengan cerita Edwin, tetangga Ninies. Edwin menuturkan Ninies dan Angga sempat terlibat pertengkaran hebat beberapa hari setelah pasangan itu menikah. Saat itu menurut Edwin, Ninies mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tetap bertahan di rumah tersebut.
Setelah itu, kehidupan pasangan sejenis tersebut sangat tertutup dan tidak mau bersosialisasi dengan tetangga. Bahkan anehnya, Angga alias Musdalifah tidak mau keluar rumah kalau ada tetangganya di luar. "Kalau ada warga atau tetangganya di luar, si suaminya itu tidak mau keluar rumah,"kata Edwin.
Kebiasaan itu berlangsung hampir setahun. Kecurigaan bermula saat Angga tidak sengaja keluar rumah hanya dengan mengenakan kaos oblong. Padahal setiap hari, Angga selalu memakai jaket berukuran besar. Saat itu Edwin heran melihat Angga karena bentuk dadanya sama dengan perempuan pada umumnya.
"Selama ini tidak ketahuan karena ia selalu pakai jaket tetapi beberapa waktu lalu, ia hanya pakai kaos. Saya heran, ternyata dadanya besar. Saya pun langsung menceritakan ini kepada RT dan RW. Ketika saya lihat itu, Angga langsung lari masuk ke rumah. Selain itu, angga ini sangat rajin mengurus dan merawat bunga,"kata Edwin.
Pada akhirnya 6 Januari 2013 lalu, perangkat RT/RW setempat langsung datang dan menggrebek pasangan tersebut. Saat itu Ninies dan Angga tidak bisa mengelak. Akhirnya, Angga diusir warga dan hingga sekarang keberadaannya tidak diketahui. Sementara Ninies semakin tertutup dan sering bepergian ke rumah teman atau kerabatnya. (ian)
Perkenalan Angga Soetjipto alias Musdalifa, 23 dengan Ninies Ramiluningtyas,41, bermula dari telepon salah sambung yang berujung ke pernikahan di KUA Sei Beduk, Batam Januari 2012 lalu. Pernikahan sesama jenis ini mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat.
Alfian Lumban Gaol, Redaksi@batampos.co.id
Malam itu, Selasa (16/1) jendela rumah di Blok B6 no 20 perumahan Puri Agung III RT02/ RW25 terbuka. Tetapi rumah itu terlihat kosong. Lampu di ruang tamu tidak menyala,tetapi lampu di kamar agak remang terlihat dari kaca jendela berwarna putih.
Rumah inilah yang menjadi tempat tinggal pasangan sejenis, sama-sama perempuan yang lolos menikah di KUA Sei Beduk 6 Januari 2012 lalu. Lampu di luar rumah tetap menyala,dan puluhan pot bunga masih tetap tersusun rapi. Berbagai jenis bunga ada di pekarangan rumah tersebut yang menambah kesan bahwa rumah tersebut ditempati oleh wanita.
Rumah ini jarang ditempati setelah pernikahan Angga Soetjipto alias Musdalifa,23, dengan Ninies Ramiluningtyas,41,terkuak ke publik. Ninies yang bekerja di sebuah perusahaan di Kawasan Muka Kuning, Batamindo ini memilih untuk pergi sementara untuk menghandari keramaian dan para awak media. Sementara Angga alias Musdalifah keberadaannya kini sudah tidak diketahui paska diusir warga seusai penggrebekan 6 Januari lalu oleh warga dan perangkat RT/RW setempat.
Paska penggrebekan tersebut Ninies memilih untuk diam dan tidak mau berkomentar baik kepada tetangga, warga sekitar dan para wartawan. Ia lebih memilih diam dan menghindar. Beberapa kali Batam Pos mendatangi rumahnya tetapi Ninies tak pernah ada di Rumah.
"Sejak kejadian itu ia sudah tidak ada di rumah, katanya ia mau ke rumah temannya. Saat pergi pun, ia menangis dan tidak mau memberitahu alamat temannya tersebut,"kata seorang tetangganya yang tidak mau namanya dikorankan tersebut.
Bahkan pada saat penggrebekan tersebut, Ninies tidak mau bercerita kepada warga dan RT setempat meski ia dalam keadaan tertekan. Tetapi karena didesak, ia pun mau bercerita mengenai hubungannya dengan ketua RW 25, Nugroho, itu pun melalui pesan pendek (SMS).
"Warga tidak ada yang tahu seputar hubungan Ninies dengan Angga itu. Ia tidak mau cerita sama sekali. Setelah kami desak, ia pun mau bercerita, itu pun hanya kepada saya lewat SMS, isi SMS ini pun tidak ada yang tahu selain saya,"kata Nugroho.
Dalam pesan pendek tersebut Ninies bercerita bahwa, dirinya berkenalan dengan Angga alias Musdalifah tersebut lewat telepon salah sambung pertengahan tahun 2011 lalu. Saat itu Ninies mengaku masih memiliki seorang kekasih berjenis kelamin pria yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan industri Kabil.Tetapi hubungannya dengan pria tersebut tidak berlangsung lama karena diketahui kekasihnya tersebut ternyata sudah memiliki istri.
"Saya kenal dia (angga alias Musdalifa,red) lewat telp salah sambung pak. Saat itu saya masih punya pacar yang kerja di Kabil. Pacar saya ternyata jahat udah punya istri,saya ingin putus tapi dia malah mengancam-ancam, SMS dari pacar saya masih saya simpan,"kata Ninies dalam SMS tersebut.
Ninies pun menceritakan semua persoalannya tersebut kepada Angga yang baru dikenalnya lewat telp salam sambung tersebut. Bak seorang pahlawan, Angga alias Musdalifa hadir sebagai penolong. Ia pun menjanjikan kepada Ninies akan membantu agar pacar Ninies tidak lagi mengganggunya.
Selang beberapa minggu, perkenalan kedua wanita tersebut berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Ninies sempat curiga dengan beberapa nama yang dimiliki Angga alias Musdalifa, terlebih karena nama yang ia gunakan di perusahaan tempatnya bekerja bukanlah Angga tetapi Roki.
Kepada Ninies Angga mengaku menggunakan nama lain karena kepepet ingin mencari kerja. Bahkan nama asli Musdalifah sudah ia ketahui sebelumnya. "Dibilangnya namanya Angga, kemudian dia ngaku pake nama di perusahaannya karena ia kepepet cari kerja, eh ternyata itu nama aslinya,"kata Ninies.
Hubungan kedua insan sesama jenis tersebut semakin dekat. Bahkan Ninies mengakui kalau Angga sangat baik kepadanya, makanya ajakan Angga untuk menikah tidak ditolak oleh Ninies. Meski demikian, Ninies mengaku mau dipersunting Angga alias Musdalifa, selain karena kebaikannya, Ninies mengaku hendak membimbing Angga. Ninies mengaku tidak tega menolak Angga terlebih karena statusnya yang yatim piatu.
Bahkan lebih jauh lagi, Ninies mengaku bahwa dirinya normal seperti wanita pada umumnya."Saya diam selama ini bukan karena saya tidak normal, tetapi saya tidak tega sama dia. Usaha parfum juga modal kami. Bahkan kami tidur tidaak satu ranjang. Dia (Angga,red) di belakang dan saya di depan. Tapi ini semua sudah terlanjur, selain gak tega saya juga malu bangat, tetapi saya pendam semua dan stress sendiri,"kata Ninies.
Setelah paska pernikahannya, Ninies juga pernah mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tidak mau dan menunda-nundanya. Ia mengaku sebelum menikah sudah curiga dengan jenis kelamin Angga, tetapi ia menepisnya dengan selalu berpikiran positif.
Mengenai lolosnya pernikahan mereka di KUA, Ninies mengaku bahwa dirinya dan Angga hanya terima bersih dan pengurusannya diberikan kepada staff di KUA tersebut.
Hal ini diperkuat dengan cerita Edwin, tetangga Ninies. Edwin menuturkan Ninies dan Angga sempat terlibat pertengkaran hebat beberapa hari setelah pasangan itu menikah. Saat itu menurut Edwin, Ninies mengusir Angga dari rumahnya, tetapi Angga tetap bertahan di rumah tersebut.
Setelah itu, kehidupan pasangan sejenis tersebut sangat tertutup dan tidak mau bersosialisasi dengan tetangga. Bahkan anehnya, Angga alias Musdalifah tidak mau keluar rumah kalau ada tetangganya di luar. "Kalau ada warga atau tetangganya di luar, si suaminya itu tidak mau keluar rumah,"kata Edwin.
Kebiasaan itu berlangsung hampir setahun. Kecurigaan bermula saat Angga tidak sengaja keluar rumah hanya dengan mengenakan kaos oblong. Padahal setiap hari, Angga selalu memakai jaket berukuran besar. Saat itu Edwin heran melihat Angga karena bentuk dadanya sama dengan perempuan pada umumnya.
"Selama ini tidak ketahuan karena ia selalu pakai jaket tetapi beberapa waktu lalu, ia hanya pakai kaos. Saya heran, ternyata dadanya besar. Saya pun langsung menceritakan ini kepada RT dan RW. Ketika saya lihat itu, Angga langsung lari masuk ke rumah. Selain itu, angga ini sangat rajin mengurus dan merawat bunga,"kata Edwin.
Pada akhirnya 6 Januari 2013 lalu, perangkat RT/RW setempat langsung datang dan menggrebek pasangan tersebut. Saat itu Ninies dan Angga tidak bisa mengelak. Akhirnya, Angga diusir warga dan hingga sekarang keberadaannya tidak diketahui. Sementara Ninies semakin tertutup dan sering bepergian ke rumah teman atau kerabatnya. (ian)
Rabu, 16 Januari 2013
Sekitar Satu Jam berpetualang di maya, Saya putuskan untuk pejamkan mata. Tiba-Tiba, Puisi pak Hasan Aspahani, yang juga pimpinan di kantor langsung terlintas. Puisi dengan tajuk 'Melanjutkan Perkelahian Hasan Aspahani' langsung terlihat. Sangat Luar Biasa......!!!!! Ini Puisi Beliau
Melanjutkan 'Perkelahian' Hasan Aspahani
berkelahilah.
sampai keluar itu darah. kelak, kau tahu hakikat merah. makna merah
yang menggugah. makna darah yang ketika kau lihat menumpah, setidaknya
kau paham tentang riwayat hidup ayah.
anakku, berkelahilah. berkelahilah dengan segenap unsur tubuhmu. dengan akal, dengan tinju. dengan hati, juga dengan berbagai rasa ragu. tak usah takut akan datangnya hukuman. hukuman tak pernah ada, sampai kau benar-benar tahu menggunakan akal logika.
anakku, ayahmu di sini. di serambi rumah menunggumu sambil membaca koran sore, sambil menyeruput segelas kopi. teruslah berkelahi di sana. dan harap jangan pulang sebelum lebam dan luka tertoreh di wajah dan bahu yang rapuh itu. kelak, dengannya kau mengerti tentang makna memikul beban. kelak, kau paham tentang bagaimana menahan malu.
anakku, jangan pulang dulu. selesaikan dengan baik segala urusanmu. teruslah berkelahi, sampai tak ada yang tersumbat di hati. tumpaslah dendam dengan beringas, dengan ganas. namun jangan lupa, kau mesti tetap menggunakan akal waras. dengannya, nanti kau paham tentang bagaimana mendewasakan emosi hingga kau dikenal orang sebagai lelaki yang penuh isi. berisi dan layak dihormati.
anakku, berkelahilah. ayahmu ini, dulu, sewaktu masih seumuran denganmu juga sering berkelahi. tak ada yang melarang berkelahi. negara tak melarang, apalagi polisi. negara hanya melarang perang dan korupsi. sedang berkelahi? tak mengapa dengannya. tak usah takut untuk terus mencoba. sebab, dengan berkelahi kau akan mengerti bagaimana membuat taktik dalam hidup. kau lebih mengerti bagaimana memperlakukan seorang musuh selayaknya menyayangi famili yang datang dari jauh. berkelahi adalah milik laki-laki, anakku. karenanya, berkelahilah jika kau ingin membuktikan kelelakianmu itu.
anakku, berkelahilah. berkelahilah dengan segenap unsur tubuhmu. dengan akal, dengan tinju. dengan hati, juga dengan berbagai rasa ragu. tak usah takut akan datangnya hukuman. hukuman tak pernah ada, sampai kau benar-benar tahu menggunakan akal logika.
anakku, ayahmu di sini. di serambi rumah menunggumu sambil membaca koran sore, sambil menyeruput segelas kopi. teruslah berkelahi di sana. dan harap jangan pulang sebelum lebam dan luka tertoreh di wajah dan bahu yang rapuh itu. kelak, dengannya kau mengerti tentang makna memikul beban. kelak, kau paham tentang bagaimana menahan malu.
anakku, jangan pulang dulu. selesaikan dengan baik segala urusanmu. teruslah berkelahi, sampai tak ada yang tersumbat di hati. tumpaslah dendam dengan beringas, dengan ganas. namun jangan lupa, kau mesti tetap menggunakan akal waras. dengannya, nanti kau paham tentang bagaimana mendewasakan emosi hingga kau dikenal orang sebagai lelaki yang penuh isi. berisi dan layak dihormati.
anakku, berkelahilah. ayahmu ini, dulu, sewaktu masih seumuran denganmu juga sering berkelahi. tak ada yang melarang berkelahi. negara tak melarang, apalagi polisi. negara hanya melarang perang dan korupsi. sedang berkelahi? tak mengapa dengannya. tak usah takut untuk terus mencoba. sebab, dengan berkelahi kau akan mengerti bagaimana membuat taktik dalam hidup. kau lebih mengerti bagaimana memperlakukan seorang musuh selayaknya menyayangi famili yang datang dari jauh. berkelahi adalah milik laki-laki, anakku. karenanya, berkelahilah jika kau ingin membuktikan kelelakianmu itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
