Sabtu, 01 Desember 2012

Kasus Bansos Batam Disidik Polisi


Kasus Bansos Disidik Polisi
Bansos ke Panti Asuhan

BATAM KOTA (BP) - Kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial ke panti-panti asuhan yang diselidiki Kejaksaan Negeri Batam, ternyata sudah disidik Polresta Barelang. Dua orang staff dari Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam berinisial HR dan SO dipanggil kepolisian Polresta Barelang terkait dugaan penyelewengan bantuan sosial ke panti asuhan. Kedua orang ini diduga ada hubungannya dengan pengurangan kualitas sembako yang didistribusikan ke panti asuhan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pertamanan Kota Batam Raja Kamarulzaman saat menghadiri rapat dengar pendapat di komisi IV DPRD Kota Batam, Jumat (23/11). Ia mengatakan kedua stafnya tersebut sudah dipanggil pihak kepolisian sebagai bentuk pertanggungjawaban.

RDP tersebut dihadiri CV Tiga Pilar Abadi (TPA), Asosiasi Panti Asuhan Kota Batam dan sejumlah anggota komisi IV. Kamarulzaman mengaku pihak distributor baru mendistribusikan bantuan tersebut ke 58 perusahaan dari 66 panti asuhan yang terdaftar di Dinas Sosial. Sedangkan delapan panti asuhan lainnya tidak didistribusikan karena distributor  tidak mengetahui alamat mereka.

Udin Sihaloho, Wakil ketua Komisi IV DPRD Kota Batam selaku pimpinan rapat mendukung proses hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab atas penyelewengan bantuan tersebut. Udin juga meminta kepada pihak CV TPA untuk bertanggungjawab atas penyelewengan tersebut.

"Kita minta kepada TPA untuk mengganti barang-barang yang sudah sempat dikonsumsi anak panti asuhan. Selain itu kami meminta kepada Dinsos untuk memperbaiki kinerjanya, selain itu saya minta proses hukum tetap berjalan untuk kasus ini. Ini tidak bisa dibiarkan, jangan anak panti asuhan yang sudah sengsara makin dibuat sengsara,"kata Udin.

Dalam RDP tersebut terungkap ada sekitar 4 item sembako yang diganti spesifikasinya dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Susu yang seharusnya Indomilk diganti dengan naraya, Sarden yang seharusnya ABC diganti Otan, Beras Centra Ramos diganti dengan beras kualitas rendah, Indomie diganti dengan Salam Mie, dan minyak goreng yang seharusnya bimoli diganti dengan minyak goreng kemasan.

Eddy, dari pihak CV TPA membenarkan ada empat item yang tidak sesuai dengan spesifikasi bantuan yang akan didistribusikan. "Memang ada empat item yang tidak sesuai dengan spesifikasi tapi saat itu kami tunjukkan ke staff dinsos katanya sudah sesuai,"katanya.

Sementara itu Tasmuzi, ketua Asosiasi Panti Asuhan Kota Batam menyesalkan penyelewengan tersebut. Ia meminta kepada 
pihak TPA untuk membayar sembako yang sudah dikonsumsi oleh anak panti asuhan. Ia juga meminta agar dinas sosial segera menarik sembako tersebut.

"Waktu itu dikirimkan ke kami, kami tak tahu ada penyelewengan di sana. Apalagi anak-anak taunya hanya mengkonsumsi saja. Kami minta apa yang sudah kami konsumsi tersebut untuk diganti,"katanya. (ian)

384 Meninggal Karena Aids


384 Meninggal Karena Aids
BATAM KOTA (BP)- Jumlah korban yang tertular HIV Aids setiap tahunnya cenderung meningkat. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah penderita HIV dan Aids sebanyak 3.293 orang. Sementara  korban meninggal dunia di antaranya sudah mencapai 384 orang. 

Hal tersebut diungkapkan Pieter Pureklolon, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Batam saat konfrensi pers di gedung bersama Pemko Batam, Jumat (30/11). Peningkatan penderita penyakit HIV Aids ini meningkat karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian, pencegahan dan penularan HIV Aids.

Pieter mengatakan dalam  Tahun 1992 hingga 2008 jumlah yang terinfeksi HIV 1066 orang dan yang positif Aids 464 orang, di mana 177 0rang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2009 yang terifeksi 273 orang dan yang positif aids 77 orang dan yang meninggal 36 orang. Sementara 2010 yang terinfeksi HIV sebanyak 317 orang dan yang positif aids 134 orang, 74 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2011 yang terinfeksi 397 orang dan yang positif aids 151 orang dan yang meninggal dunia 59 orang.

Sementara tahun 2012 hingga bulan Oktober yang tertular HIV sudah mencapai 423 orang dan yang positif aids 254 orang dan yang sudah meninggal sudah mencapai 54 orang.

"Dalam sepupuh tahun terakhir total keseluruhan  yang terinfeksi HIV adalah 2340 orang , sementara yang positif aids sebanyak 953 orang dan yang sudah meninggal dalam 10 tahun terakhir 384 orang,"kata Pieter.

Pieter menambahkan penularan HIV Aids bagi manusia terjadi karena pasangan yang berganti-ganti, melalui transfusi darah dan penggunaan narkoba. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak menjauhi penderita Aids karena tidak menular melalui kegiatan kontak sosial.

Terkait pelaksanaan peringata hari  Aids sedunia, KPA akan  bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Nurmadiyah, selaku ketua panitia hari Aids sedunia tingkat Kota Batam mengatakan tema peringatan hari Aids sedunia kali ini adalah melindungi perempuan dan anak. 

Dalam memperingati hari Aids sedunia, Sabtu (1/12) ini KPA dan pemberdayaan perempuan sudah melakukan penyuluhan tentang HIV Aids ke 10 sekolah di Batam.Selain itu panitia juga akan membagikan pita merah danbunga kepada masyarakat di Batam. Beberapa lokasi pemberian bunga dan pita tersebut di antaranya pelabuhan Sekupang dan Punggur dan semua lampu merah di Batam.

Nurmadiyah mengatakan Komisi penangulangan aids dengan badan pemberdayaan perempuan dan anak akan berupaya terus untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di Kepri.Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak mengenai bahaya yang ditimbulkan Aids ini,"katanya.

Nurmadiyah mengatakan sebelumnya Badan pemberdayaan perempuan sudah melakukan beberapa kegiatan diantaranya penyuluhan kesehatan reporduksi terhadap remaja dan menyelamatkan perempuan dan anak dari HIV Aids. 

"Batam sangat strategis yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara. Makanya harus hati-hati terhadap kesehatan perempuan dan anak terutama dalam penularan HIV Aids,"kata Nurmadiah. (ian)

Kamis, 29 November 2012

Kapolres Perintahkan Satlantas Tangkapi Blue Bird

Kapolres Perintahkan Satlantas Tangkapi Blue Bird

BATAM KOTA (BP)- Ratusan pengemudi taksi mendatangi Pemko Batam menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kembali beroperasinya taksi Blue Bird, Kamis (29/11). Akibat aksi ini akses jalan raya di depan Pemko Batam macet total. Puluhan mobil milik pegawai Pemko Batam yang sudah sempat diparkir di sisi jalan terpaksa dipindahkan ke pelataran parkir DPRD Kota Batam.

Aksi dari ratusan pengemudi taksi ini tidak berlangsung lama karena Kapolres Batam Kombes Pol Karyoto menyuruh mereka untuk membubarkan diri dan bekerja sebagaimana biasanya. Karyoto mengaku sudah memerintahkan semua personil Satlantas Polresta Barelang untuk menahan armada Blue Bird yang beroperasi di jalanan Kota Batam.

"Sekarang bubar saja dan kembali bekerja seperti biasanya. Masalah ini serahkan kepada saya, saya sendiri yang akan menangkap taksi Blue Bird kalau ada yang beroperasi. Saya juga sudah perintahkan Satlantas untuk menghentinkan Blue Bird yang beroperasi,"kata Karyoto.

Karyoto juga meminta agar pengemudi taksi di Batam tidak anarkis jika menemukan ada Blue Bird yang beroperasi. Ia juga mengingatkan bahwa ada orang-orang tertentu yang menginginkan terjadinya konflik.

"Ada orang-orang tertentu yang menginginkan chaos, nantinya akan turun Mabes ke sini dan akan menekan kalian,"kata Karyoto.

Para sopir taksi juga meminta Karyoto untuk melepaskan sopir, pelaku penganiayaan terhadap sopir Blue Bird. Para sopir sempat tidak mau membubarkan diri, tetapi Kapolres mengatakan akan berupaya untuk memberikan penangguhan penahanan.

"Biarlah ini menjadi urusan saya. Kan masih ada penangguhan penahanan. Saya sudah ingatkan sebelumnya jangan melakukan tindakan anarkis. (ian)

Selasa, 27 November 2012

2013 Batam Butuh Taksi 3000 Unit

2013 Batam Butuh Taksi 3000 Unit
BATAM KOTA (BP)- Tahun 2013 mendatang kebutuhan taksi di Batam akan meningkat. Sesuai dengan survei yang dilakukan beberapa tahun lalu dikatakan bahwa kebutuhan taksi di Batam tahun 2013 mendatang sebanyak 3000 unit. Ini sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pembangunan yang terus berkembang di Kota Batam.

Kadishub Kota Batam Zulhendri mengatakan sebuah lembaga survey dari Jepang tahun 2003 lalu mengatakan Batam dalam setiap tahunnya akan mengalami peningkatan kebutuhan akan transportasi. Ia mengatakan lembaga yang mengadakan survey tersebut adalah lembaga resmi yang dibiayai oleh pemerintah.

"Itu lembaga resmi dari pemerintah yang dibiayai negara. Datanya juga sangat valid. Dari hasil survey tersebut dikatakan bahwa kebutuhan taksi akan meningkat. Lihat saja sekarang , warga di Batam ini saja sudah mencapai satu juta orang,"katanya.

Selain itu, perkembangan pembangunan di Batam juga saat ini sudah sangat meningkat dibandingkan tahun 2003 lalu saat dilakukan survey. "Dulu belum ada duta mas dan suka jadi, sekarang pembangunan perumahan elit meningkat tajam padahal mereka yang biasanya jadi konsumen taksi,"tambah Zulhendri.

Sementara untuk kendaraan roda empat di Batam tahun 2013 ini kebutuhannya adalah sekitar 64 ribu unit. Zulhendri mengatakan semakin tinggi kebutuhan orang akan taksi atau angkutan tersebut, maka jumlah kendaraan yang disediakan akan semakin banyak.

Sementara jumlah taksi yang ada di Batam saat ini sekitar 2.299 unit, artinya masih ada kekurangan taksi sekitar 771 unit taksi  tahun 2013 mendatang. Zulhendri mengatakan bahwa saat ini ada beberapa badan usaha taksi yang izinya tidak sesuai dengan jumlah armada di lapangan.

Menanggapi hal ini Anto Duha, forum pengemudi taksi kota Batam mengatakan bahwa saat ini Batam hanya butuh sekitar 1000 unit taksi. Ini bisa dilihat dari minimnya penghasilan para sopir taksi di Batam ini sekarang. Menurut Anto Duha, saat ini sopir di Batam paling dapat penumpang dua orang dalam sehari.

"Kita lihat sekarang ini susahnya mendapatkan penumpang di Batam. Kalau sampai jumlahnya sampai 3000 unit, mau jadi apa nasib taksi di Batam ini nantinya,"katanya. (ian)

Hanya 582 Taksi Layak Jalan

Batam Pos Gelar Diskusi Mengenai Pertaksian
Hanya 582 Taksi di Batam Layak Jalan
BATAM KOTA (BP)- Dinas perhubungan Kota Batam akan segera melakukan verifikasi faktual terhadap taksi yang ada di Batam. Sebelumnya Dinas perhubungan sudah melakukan verifikasi administrasi tahun 2011 lalu. Jumlah armada taksi yang terdaftar di Dinas Perhubungan hingga saat ini sebanyak 2.299 unit. Sebagian besar di antaranya sudah tua dan tidak layak untuk beroperasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri saat menghadiri diskusi tentang pertaksian di Kota Batam yang digelar Batam Pos, Selasa (27/11). Selain Zulhendri, diskusi tersebut juga dihadiri Irwansyah, wakil ketua komisi III DPRD Kota Batam. Hadir juga Aswen Dores, ketua Organda Batam, Anto Duha dari Forum pengemudi taksi di Batam, Iskandar Yakob dari tokoh masyarakat sekaligus ketua koperasi taksi Harbour Bay. Rapat tersebut dipimpin Wakil Pemimpin Redaksi Batam Pos Reza Fahlevi dan Ismet Safriadi.

Zulhendri mengatakan umur taksi yang diperbolehkan untuk beroperasi adalah 15 tahun sejak diproduksi. Saat ini ada sekitar 1.717 taksi di Batam keluaran di bawah tahun 1997. Sementara taksi keluaran baru hanya sekitar 582 unit. "Tahun 2013 mendatang, ini sudah tidak layak lagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagaimana pun itu harus diremajakan,"kata Zulhendri.

Selain itu dinas perhubungan kota Batam dalam waktu dekat akan melakukan verifikasi faktual atau kenyataan ril di lapangan. Zulhendri mengatakan sinkronisasi data armada yang diberi izin dengan armada yang di lapangan harus sama. Jika izin ada tetapi armadanya tidak ada maka kuota tersebut akan diberikan kepada pengusaha atau badan usaha taksi lainnya yang memiliki modal.

"Sekarang ini ada badan usaha taksi yang izinnya sekitar 221 taksi, tetapi setelah kita verifikasi faktual dilakukan, yang ada sekitar 30 unit. Pokja yang sudah dibentuk paska demo kemarin juga sebagai pedoman kita untuk segera melakukan verifikasi faktual ini,"kata Zulhendri.

Selain  itu, Dinas Perhubungan juga mengimbau pengusaha atau pun pengemudi taksi di Batam untuk membenahi pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan standard pelayanan  minimal sesuai dengan UU no 22 tahun 2009 tentang angkutan darat. Pelayanan taksi seharusnya door to door, tarif harus argo meter, pengusaha taksi juga harus memperhatikan kelengkapan taksi di antaranya harus memiliki KIP, mahkota taksi dan kelengkapan lainnya termasuk kepemilikan pool dan bengkel.

Anto Duha, ketua forum pengemudi taksi Batam mengatakan kesalahan pertaksian di Batam disebabkan kelalaian pemerintah. Ia menuding pemerintah tidak pernah melakukan pengawasan terhadap pertaksian di Batam. Ia juga menuding pemerintah tidak pernah melakukan pembinaan terhadap pengemudi taksi di Batam.

"Seharusnya sebelum memberikan izin itu, dinas perhubungan langsung melarangnya. Ini tidak, sudah tahu tak lengkap tapi izinnya masih diberikan. Dan sebelum izinnya tersebut diberikan harusnya disitu pemerintah mempertanyakan semua kelengkapan izinnya,"kata Anto.

Anto Duha mengatakan pengemudi taksi di Batam sudah komit akan melaksanakan anjuran dari walikota tentang pembenahan taksi di Batam. Bahkan dengan tegas ia mengaku pengemudi taksi di Batam siap untuk dibinasakan jika tidak mau dibina oleh pemerintah.

Ia juga meminta kepada pemerintah kota Batam untuk segera mengadakan berbagai pertemuan Pokja untuk pembenahan taksi tersebut. Meski demikian ia meminta kepada pemerintah agar bisa menjembatani dan memberikan kemudahan kepada pengemudi taksi untuk  memberikan modal dalam peremajaan taksi.
"Untuk meremajakan taksi itu biayanya sangat mahal. Untuk satu unit saja butuh hingga Rp 200juta,'katanya.

Ketika ditanya mengenai Blue Bird, Anto Duha dengan tegas meminta penundaan operasi si burung biru tersebut. Ia meminta agar Pokja yang sudah ada sekarang dilaksanakan. Menurutnya pembenahan harus menjadi prioritas, kalaupun Blue Bird kedepannya beroperasi itu harus di kelas premium.

Hal yang sama diungkapkan Iskandar Yakob. Ia mengatakan kerumitan pertaksian di Batam saat ini dikarenakan lemahnya pengawasan dan juga ketidaktegasan pemerintah. Ia mengatakan pemerintah sebagai regulator harus bisa mengeluarkan kebijakan yang diiringi dengan pengawasan.

Mengenai peremajaan taksi, ia meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan semua taksi yang sudah tidak layak pakai untuk dikeluarkan dari Batam. Hal ini juga akan berguna untuk mengurangi tingkat kemacetan. Ia juga meminta dengan tegas kepada pemerintah kota Batam untuk memasukkan anggaran di APBD untuk membantu petani taksi di Batam.

Sementara itu Irwansyah, wakil ketua Komisi III DPRD Kota Batam juga mengatakan pemerintah tidak tegas dalam mengambil keputusan. Meski demikian, ia juga meminta kepada pengusaha taksi di Batam untuk melakukan perubahan kalau tidak ingin tergilas dengan kemajuan zaman.

Ia menuding selama ini aturan baru muncul ketika permasalahan sudah timbul di masyarakat. Ia meminta kepada pemerintah untuk duduk bersama mencari solusi. "Sebelumnya ada taksi kombet, setelah ada lagi plat hitam, setelah didemo beralih ke plat kuning, nah sekarang datang Blue Bird di demo lagi dan baru dipaparkan masalah aturan,"katanya.

Politisi dari partai PPP tersebut juga meminta kepada pemerintah untuk bisa berbenah dan berubah. Ia meminta dishub melakukan penguatan teknis. Ia juga meminta agar Dishub memperkuat pengawasan dengan gencar melakukan razia. Ia Irwansyah sendiri mengaku akan memperjuangkan anggaran untuk menunjang pengembangan taksi di Batam.

Irwansyah juga meminta kepada pengusaha taksi untuk tidak terlalu takut dengan kehadiran Blue Bird. Ia mengatakan Blue Bird itu adalah masalah branding. "Blue Bird itu masalah branding, kalau memang pelayanannya bagus, itu yang akan dipilih orang. Kalau pelayanan taksi lokal bagus, maka itu yang akan dipilih orang,"kata Irwansyah.

Sementara itu Ketua Organda Kota Batam Aswen Dores mengatakan akan terus membina badan usaha pertaksian di Batam.  Ia mengatakan akan terus mengayomi semua permasalahan anggotanya. Aswen tidak mau berkomentar banyak mengenai pertaksian di Batam tetapi ia mengatakan akan berkoordinasi dengan badan usaha taksi di Batam.

"Semua badan usaha yang sudah diberikan izin artinya sudah menjadi anggota kami yang memang harus dilindungi. Saya akan mengajak badan usaha untuk sama-sama dalam pembenahan taksi ini,"katanya.

Dalam kesempatan itu Aswen juga meminta kepada Dishub untuk  mengajukan anggaran untuk penyuluhan dan bimbingan kepada para sopir taksi di Batam.

Reza Pahlevi, mengatakan diskusi ini digelar untuk menjawab pertanyaan masyarakat Kota Batam mengenai kesembrautan pertaksian di Batam. "Kami (Batam Pos,red) tidak membela siapa-siapa atau kami tidak ada kepentingan dalam hal ini. Kami hanya memberitakan yang benar,"katanya. (ian)

Rabu, 21 November 2012

Masa Depan Mereka di Timbunan Sampah


Lihat Mereka, Akan menjadi apa mereka ini nantinya???. Pakaian lusuh dan jarang berganti. Rambut Kumal dan jarang disisir. Kulit kering dan jarang mandi. Kasihan mereka. Lalu tidak kah kamu bersukur dengan apa yang kamu punya sekarang???


Hai Pejabat Korup, Lihat Nasib Mereka. Hidupnya tergantung kepada sampah yang anda buang. dan kotoran yang anda buang. Untuk bisa makan sayur, mereka harus ambil dari tumpukan sampah. Bagi kawan-Kawan semuanya, bersyukurlah karena anda masih bisa makan meski dengan llauk seadanya. Jangan terlalu mengeluh. Lihat masih banyak yang lebih susah dari kalian. Ini potret kecil dari kehidupan warga Batam.