Rabu, 09 Januari 2013

Angin Badai Rusak 153 Rumah

BATAM KOTA (BP)- Bencana angin badai yang terjadi selama sehari kemarin, Selasa (8/1) lalu ternyata memporakporandakan 153 unit rumah yang tersebar di berbagai kecamatan. Dalam waktu dekat Pihak Pemko Batam akan segera memberikan bantuan kepada korban tergantung berat ringannya kerusakan rumah korban.

Hal ini diketahui setelah digelarnya rapat tanggap bencana yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Batam Rudi, SE , Rabu (9/1). Rapat ini sengaja dibentuk bertujuan untuk mendapatkan data terbaru jumlah kerusakan yang menimpa lima kecamatan di Kota Batam yang diakibatkan bencana angin badai tersebut.

Dalam Rapat ini juga sudah dibentuk tim verifikasi tanggap bencana di mana Asisten Ekonomi Pembangunan, M. Syuzairi ditunjuk sebagai ketua. Dalam laporannya, Syuzairi memaparkan secara detail kecamatan yang terkena bencana angin badai tersebut.

Dari data yang diperoleh Syuzaeri mengatakan angin badai tersebut terjadi  di lima kecamatan yakni di kecamatan Batuampar sebanyak 94 rumah yang teridiri dari 58 rumah di Tanjung Sengkuan,28 rumah di Batu Merah  dan 8 rumah di Kampung Seraya. Di kecamatan Bengkong sebanyak 5 rumah, Di kecmatan Batam Kota 23 rumah. Sedangkan di Kecamatan Lubuk Baja kerusakan banyak dialami di kelurahan Tanjung Uma sebanyak 23 rumah dan Kecamatan Nongsa dengan jumlah 8 rumah.
"Sebenarnya bencana yang terhitung dalam satu hari itu bukan hanya karena angin badai tetapi ada juga karena kebakaran yang menimpa 3 rumah di kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Sekupang,"kata Syuzaeri.

Dilihat dari skala kerusakannya, Syuzaeri menyimpulkan bahwa ada sekitar 46 rumah yang  rusak berat, 34 rusak sedang dan 74 rusak ringan serta ada dua fasilitas umum yang juga terkena imbas ganasnya angin badai tersebut.


Sementara itu Wakil Walikota Batam meminta seluruh lurah yang wilayahnya terkena bencana ini segera melaporkan kepada  tim verifikasi untuk segera mendata secara pasti dan detail tentang jumlah kerusakan dan skala kerusakan.

 “Besok akan kita agendakan rapat selanjutnya untuk menetukan besaran jumlah bantuan sesuai data pasti jumlah kerusakan, mudah-mudahan Jumat sudah dapat kita salurkan bantuannya”, lanjut Rudi.

Sementara itu Wakil Walikota Batam Rudi SE mengatakan Pemerintah Kota Batam akan mengucurkan bantuan kepada korban angin badai tersebut.Tetapi sebelum diberikan bantuan tersebut, tim dari Pemko Batam akan melakukan verifikasi dan pengumpulan data terhadap kerusakan rumah warga. Kemungkinan besar bantuan ini akan diberikan dalam beberapa hari lagi.

"Tim untuk verifikasi dan pengumpulan data kerusakan yang ditimbulkan bencana ini sudah dibentuk. Kita berharap jumlah kerugian korban segera diketahui dan bantuannya bisa langsung kita bagikan ke warga,"kata Rudi.

Rudi mengatakan pembagian bantuan ini tidak akan merata kepada semua korban, tetapi akan didasarkan kepada besar-kecilnya kerugian yang dialami korban. Pihak pimpinan Pemko Batam juga sudah memanggil lurah dan camat daerah yang terkena bencana angin badai tersebut.

"Tadi sudah dilakukan rapat, lurah dan camat datang semua. Saya juga sudah meminta data dan  foto-foto saat kejadian. Berapa jumlah yang rusak mungkin sore ini akan diketahui. Ketika data masuk, akan langsung diverifikasi. Dan segera juga akan kita buat aturannya, dan kemudian bantuan itu akan langsung kita berikan ke warga,"kata Rudi.

Menurut Rudi, teknis pembagian bantuan ini tidak terlalu sulit karena sudah ada ketentuan yang mengatur mengenai bantuan bencana alam, termasuk di dalamnya puting beliung. "Semua itu sudah  ada anggarannya. Tinggal dibagikan, sesuai kerusakannya. Ketentuannya diatur dalam ketentuan kementerian. Hasil verifikasi nanti dilihat, kerusakannya, baik ringan, sedang maupun berat," tambahnya(ian)

Selasa, 08 Januari 2013

Mobil Plat Merah PemkoBatam Harus Pakai Pertamax


BATAM KOTA (BP)- Untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis premium tahun ini, pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan ESDM Kota Batam akan mengeluarkan edaran mengenai pembatasan konsumsi Premium. Edaran ini untuk sementara akan berlaku di Internal  Pemko Batam. Dalam edaran ini disebutkan kendaraan yang menggunakan plat merah dengan kapasitas 1500 CC harus menggunakan Pertamax.

Bahkan pemerimntah Kota Batam saat ini juga sedang mengkaji bahwa yang menggunakan Pertamax tersebut mulai dari mobil berkapasitas 1200 CC.

Kadisperindag dan ESDM Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan plat merah dengan kapasitas mesin yang tinggi sudah seharusnya meninggalkan BBM bersubsidi. "Surat edaran ini kemungkinan aksn diberlakukan awal Februari mendatang. Sudah seharusnya BBM bersubsidi dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah, bukan masyarakat yang menggunakan fasilitas pemerintah,"kata Amsakar.

Menurut Amsakar saat ini ada lebih dari 100 unit mobil berplat merah yang ada di lingkungan pemerintah Pemko Batam. Ini akan sangat membantu menjaga pasokan premium tahun ini. Dengan pembatasan ini, diharapkan kelangkaan premium tahun ini akan bisa sedikit teratasi.

"Jumlahnya itu bisa mencpai 100 unit. Di eselon III saja sudah ada sekitar 36 unit, di DPRD Kota Batam sekitar 45 unit ditambah dengan mobil dinas camat dan kepala kantor. Ini lumayan mengatatasi kelangkaan premium nantinya,"kata Amsakar.

Kadisperindag akan  bekerjasama dengan SPBU dan Pertamina untuk menerapkan surat edaran ini. Ia berharap setelah surat edaran ini dikeluarkan SPBU nantinya tidak melayani penjualan premium kepada pengguna plat merah di lingkungan Pemko Batam.

Meski edaran ini dalam waktu dekat hanya berlaku di lingkungan Pemko Batam, tetapi tidak menutup kemungkinan akan diterapkan kepada masyarakat luas. Hal ini juga untuk menjaga pasokan premium yang kerap langka di Kota Batam.

"Pemko Batam harus menjadi pionir dalam hal ini di Kepri. Kita harus memberikan contoh dulu di internal baru kita keluar. Lagian dengan memakai pertamax, mesin mobil kita kan lebih awet dan terjamin,"kata Amsakar.(ian)

Pemko Hapus Tunjangan Kesehatan dan JHT PNS


BATAM KOTA(BP)- Sekitar 6000 pegawai PNS di lingkungan Pemko Batam tidak akan lagi mendapatkan tunjangan kesehatan dan jaminan hari tua hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal ini dikarenakan kondisi APBD Kota Batam yang semakin melemah. Selain itu, saat ini Pemko sedang bermasalah dengan  pihak Asuransi PT Bumi Asih yang selama ini dijadikan mitra dalam asuransi kesehatan dan JHT.

Hal ini disampaikan Sekretaris Pemko Batam Agus Sahiman saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Bumi Asih. Agus Sahiman mengatakan peniadaan tunjangan kesehatan dan jaminan hari tua ini dirasa memberatkan Pemko Batam seiring dengan terus bertambahnya jumlah pegawai di Pemko Batam.

"Tunjangan itu kan tidak menjadi keharusan. Setelah kita mengevaluasi, ternyata tunjangan ini terus memberatkan APBD kita. Makanya ini kita hentikan untuk sementara, kalau APBD kita kuat bukan tidak mungkin tunjangan ini akan kita munculkan kembali,"kata Agus Sahiman.

Meski demikian menurut Agus Sahiman, tunjangan lain PNS seperti tunjangan prestasi dan sejenisnya tidak akan dihentikan. Selain karena APBD yang tidak kuat, jika tunjangan ini terus dilanjutkan dan disetorkan ke asuransi, dikhawatirkan akan memunculkan masalah baru dengan perusahaan Asuransi.

Agus Sahiman mengatakan Penghentian tunjangan kesehatan dan JHT ini sudah mulai sejak Agustus 2012 lalu saat terjadinya pemutusan kontrak dengan PT Bumi Asih. Tunjangan kesehatan ini sudah berlangsung mulai 2007 lalu, tetapi hingga saat ini PNS Pemko Batam tidak bisa mencairkan asuransi tersebut.

Agus Sahimana meminta pihak PT Bumi Asih untuk segera mencairkan dana tersebut yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah."Tunjangan kesehatannya sudah kita hentikan, tapi kita minta agar PT Bumi Asih segera mencairkannya. Tetapi memang saat ini masih dalam tahap negoisasi,"kata Agus Sahiman.

Hal ini sempat membuat gusar para PNS yang ikut dalam RDP tersebut. Seorang PNS Pemko Batam yang tidak mau menyebutkan namanya mengaku kesal dengan ditiadakannya tunjangan ini. "Kita pasti tidak setuju, tetapi mau bagaimana lagi. Kalau itu kata pimpinan, kami yang di bawah ini tak akan bisa ngomong apa-apa lagi,"katanya.

Penghentian tunjangan kesehatan ini diketahui sebagian besar PNS saat berobat ke Awal Bross.Di mana banyak PNS yang ditolak berobat dengan menggunakan kartu Asuransi Bumi Asih karena kontraknya sudah putus dengan Pemko Batam. Hal ini juga membuat kesal para PNS di Pemko Batam.

"Padahal tunjangan kami dipotong mulai 500ribu per bulannya, ketika kami mau berobat ke Awal Bross kami ditolak. Kalau memang tunjangan itu sudah dihapus, tolong segera bayarkan tunjangan yang sudah sempat kami bayarkan,"kata Seorang PNS di Pemko Batam berinisial ST.(ian)

Selasa, 11 Desember 2012



Perusahaan Padat Karya Juga Terancam Tutup


kawasan Industri // Foto Ilustrasi//


BATAM KOTA (BP)- Kadin dan APINDO terus mendapat pengaduan dari sejumlah perusahaan yang diberatkan dengan tingginya kenaikan UMK. Ternyata pengaduan yang diterima Kadin dan APINDO ini tidak hanya dari UMKM tetapi juga dari perusahaan besar yang padat karya.

Ketua Kadin Provinsi Kepulauan Riau Jhon Kennedy Aritonang mengatakan pengaduan yang masuk ke Kadin dan APINDO sudah lebih dari 300 perusahaan yang didominasi perusahaan besar dan UMKM. "Bukan hanya UKM saja yang mengeluh akan tingginya kenaikan UMK ini tetapi perusahaan besar yang padat karya,"kata Jhon Kennedy.

Jhon mengatakan perusahaan besar yang padat karya sudah mewanti-wanti akan melakukan pemutusan kerja secara massal jika UMK ini tetap di angka Rp 2,04 juta. Ia mengatakan hampir setiap hari ada perusahaan yang mengadu pasca dibukanya pengaduan oleh Kadin dan Apindo.

Ketika ditanya mengenai nama-nama perusahaan yang sudah membuat pengaduan tersebut, Apindo dan Kadin sengaja tidak mempublikasikannya untuk kepentingan PTUN nantinya.

"Kalau nama-nama perusahaan itu nanti saja ya! ini untuk kepentingan PTUN. Lagian ini takutnya nanti langsung ada reaksi dari perusahaan,"katanya.

Untuk mengatasi hal ini Jhon Kennedy mengatakan APINDO dan Kadin sudah sepakat akan mengambil beberapa langkah di antaranya akan terus membuka kotak pengaduan dari sejumlah perusahaan yang diberatkan atas tingginya UMK Kota Batam. Langkah berikutnya adalah PTUN terhadap pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Sekarang itu sudah ada sekitar 300 perusahaan yang membuat pengaduan ke Kadin dan APINDO. Perusahaan ini merasa akan kesulitan dalam hal pembiayaan dengan tingginya UMK dan pastinya terancam collaps,”kata Kennedy.

Jhon Kenedy mengatakan pengaduan ini kemudian akan disampaikan ke pemerintah dan jika ini tidak berhasil maka Kadin dan APINDO akan menggugat pemerintah provinsi ke PTUN. Dan langkah selanjutnya akan langsung dilakukan pengurangan karyawan dan jika masih terjadi masalah, maka perusahaan tersebut harus menutup usahanya.

“Kami tidak mau adanya penutupan perusahaan. Tapi ini harus kita lakukan kalau memang kita sudah tidak sanggup untuk mengeluarkan pembiayaan yang terus membengkak. Kami pastikan kenaikan UMK ini akan membuat perusahaan terancam bangkrut,”kata Kennedy.

Menurut Kennedy, kenaikan UMK yang sangat jauh ini dipastikan akan membuat beberapa perusahaan di kawasan industri kollaps seperti yang terjadi tahun 2012 ini. Awal tahun ini ada beberapa perusahaan di Panbil yang langsung tutup karena tidak sanggup dengan upah yang sangat tinggi tersebut.

Salah satu perusahaan yang langsung tutup di kawasan tersebut di antaranya perusahaan PT Euro Lance yang bergerak di bidang Plastic Injection Moulding, yang bergerak di bidang elektronik. Perusahaan ini langsung tutup dan terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 1000 karyawannya.

“Dari UMK tahun 2011 ke UMK tahun 2012  ini, ada penambahan sebesar Rp 300ribu. Itu saja sudah sangat berpengaruh kepada sejumlah perusahaan di kawasan Panbil. Apalagi ini yang naiknya langsung meroket, kami pastikan ini akan sangat mempengaruhi kelangsungan perusahaan,”katanya.

Selain ditutupnya beberapa perusahaan tersebut akibat kenaikan UMK tahun lalu yang tinggi ada sekitar 10 perusahaan di Panbil Industrial Estate yang kollaps. Ada beberapa perusahaan yang melakukan merger perusahaan dan yang memperkecilkan skala usahanya.

“PT Epcos sudah merger dan sekarang sudah menjadi PT TDK. Ada sekitar 10 perusahaan yang sudah melakukan pengurangan karyawannya tahun ini. Makanya kalau UMK 2013 mendatang di atas Rp 2juta akan ada pengangguran yang hebat,”katanya.(ian)

Slovakia Bangun Listrik di Kabil

BATAM KOTA (BP)- Dalam waktu depan, dua power plant akan dibangun di Batam. Salah satu di antaranya akan didanai oleh Slovakia. Nilai total investasi kedua power plant tersebut senilai 1,185 Miliar US Dolar. Pemeriintah Slovakia sendiri akan membangun power plant di Kawasan Kabil Industrial Estate. Hal ini diawali dengan kunjungan pemerintah Slovakia ke BP Batam, Selasa (11/12).

Pemerintah Slovakia akan membangun power plant di Kawasan Industri Kabil dengan kapasitas 2 X 60 MW dengan berbahan bakar batubara. Direktur Humas dan PTSP BP Batam Djoko Wiwoho mengatakan listrik ini akan digunakan oleh sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Kabil.

"Semua dananya itu dari Slovakia termsuk mesin-mesinnya. Tapi yang mengelola adalah konsorsium termasuk BUMD di Batam. Mungkin dalam tahun 2015  ini sudah selesai,"kata Djoko.

Menteri perekonomian Slovakia Thomas Malatinsky mengaku sangat senang negaranya bisa berinvestasi di Batam. Ia berharap dengan pembangunan power plant ini, pembangunan dan perkembangan industri di Kota Batam bisa semakin maju.

Power Plant kedua yang akan dibangun adalah senilai 1 Miliar US Dolar yang saat ini lokasi pembangunannya sedang dikaji. Tetapi dalam waktu dekat ini sudah mulai dibangun. Pembangunan power plant ini merupakan hasil konsorsium beberapa perusahaan besar di Indonesia.

Kapasitas yang akan dihasilkan power plant ini nantinya minimal 600 MW yang akan diekspor ke Singapura. Sama dengan Power Plant yang dibangun Slovakia, power plant ini juga berbahan bakar batubara. Rencana pembangunan power plant ini sebelumnya sudah ditandai dengan penandatanganan MoU antara pembelinya yakni Singapura Seraya Group dengan konsorsium perusahaan.

"Itu sudah ada MoUnya yang dilakukan di pusat. Ini bukan untuk publik tapi untuk diekspor. Mengenai lokasi masih harus dilakukan pengkajian lebih dalam. Membangun lokasi pembangunan itu tidak boleh sembarang, harus diperhatikan jaraknya dengan bandara dan fasilitas lainnya,"kata Djoko.

Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengaku sangat senang dengan rencana pembangunan tenaga kelistrrikan di Batam. Ia meminta pemerintah Slovakia untuk tidak ragu berinvestasi di Batam.

"Di Batam ini sudah banyak perusahaan asing yang sukses dan berkembang. Selain di Batam suhu investasi yang aman, di Batam juga akan mendapatkan berbagai kemudahan. Letaknya yang sangat strategis dan isfrastruktur yang memadai akan menjadi pendukung untuk suksenya berinvestasi di Batam,"kata Mustofa.(ian)