Senin, 10 Desember 2012

Diving Center di Pulau Abang

 Dinas Pariwisata Kota Batam terus mengembangkan Pulau Abang di Galang sebagai destinasi pariwisata nasional. Di Pulau tersebut akandibangun Diving Center yang akan memudahkan para wisatawanuntuk melakukan penyelaman. Di Diving Center ini akan ada instruktur selam, selain itu juga akan dilengkapi dengan peta penyelaman.


“Diving Center itu akan sangat penting untuk memudahkan para penyelam baru atau wisman yang ingin menikmati keindahan alam bawah laut Pulau Abang. Yang kurang pintar menyelam bisa diajari instruktur di sana,”kata Rudi Panjaitan, Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata. Selain itu pembangunan rumah singgah atau home stay di Pulau Abang juga sudah hampir rampung. Gazebo juga sudah hampir selesai dibangun yang berfungsi untuk tempat bersantai bagi para pengunjung.
Rudi mengatakan Pulau Abang memiliki potensi sangat besar sebagai destinasi pariwisata diving atau penyelaman. Jumlah titik penyelaman dengan hamparan terumbu karang dan habitat lain didalamnya mencapai 30 titik.
Pemerintah Kota Batam menganggarkan sebesar Rp 1,05 Miliar untuk pengembangan pulau Abang. Rudi Panjaitan mengatakan pengembangan pulau tersebut diharapkan akan menambah pengujung ke Batam.”Kita tidak main-main untuk mengembangkan pulau tersebut. Kita berharap pariwisata Batam akan terus maju,”kata Rudi.
Besarnya anggaran pengembangan pulau Abang ini untuk pembangunan beberapa home stay atau rumah singgah yang diperuntukkan bagi para pengunjung atau penyelam yang sifatnya long stay atau kunjungan lebih dari satu hari.
“Home Stay ini sangat penting. Pengunjung yang hendak menyelam atau tinggal beberapa hari di sana bisa tinggal di rumah singgah tersebut. Jadi pengunjung bisa berlama-lama di sana,”katanya.
Selain Rumah Singgah, di Pulau Abang juga akan dibangun panggung untuk tempat hiburan. Panggung ini diperuntukkan bagi para pengunjung untuk group atau yang paket wisata. Bagi para pengunjung akan disuguhi berbagai bentuk hiburan seperti tarian melayu dan tarian budaya nasional lainnya.
Di lokasi penyelaman di Pulau Abang juga akan dipasangi rambu-rambu mengenai keamanan penyelaman seperti kedalaman laut,petunjuk arah dan sebagainya. Diupayakan di pulau tersebut juga akan dilengkapi koneksi internet.(ian)

Sabtu, 01 Desember 2012

Kasus Bansos Batam Disidik Polisi


Kasus Bansos Disidik Polisi
Bansos ke Panti Asuhan

BATAM KOTA (BP) - Kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial ke panti-panti asuhan yang diselidiki Kejaksaan Negeri Batam, ternyata sudah disidik Polresta Barelang. Dua orang staff dari Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam berinisial HR dan SO dipanggil kepolisian Polresta Barelang terkait dugaan penyelewengan bantuan sosial ke panti asuhan. Kedua orang ini diduga ada hubungannya dengan pengurangan kualitas sembako yang didistribusikan ke panti asuhan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pertamanan Kota Batam Raja Kamarulzaman saat menghadiri rapat dengar pendapat di komisi IV DPRD Kota Batam, Jumat (23/11). Ia mengatakan kedua stafnya tersebut sudah dipanggil pihak kepolisian sebagai bentuk pertanggungjawaban.

RDP tersebut dihadiri CV Tiga Pilar Abadi (TPA), Asosiasi Panti Asuhan Kota Batam dan sejumlah anggota komisi IV. Kamarulzaman mengaku pihak distributor baru mendistribusikan bantuan tersebut ke 58 perusahaan dari 66 panti asuhan yang terdaftar di Dinas Sosial. Sedangkan delapan panti asuhan lainnya tidak didistribusikan karena distributor  tidak mengetahui alamat mereka.

Udin Sihaloho, Wakil ketua Komisi IV DPRD Kota Batam selaku pimpinan rapat mendukung proses hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab atas penyelewengan bantuan tersebut. Udin juga meminta kepada pihak CV TPA untuk bertanggungjawab atas penyelewengan tersebut.

"Kita minta kepada TPA untuk mengganti barang-barang yang sudah sempat dikonsumsi anak panti asuhan. Selain itu kami meminta kepada Dinsos untuk memperbaiki kinerjanya, selain itu saya minta proses hukum tetap berjalan untuk kasus ini. Ini tidak bisa dibiarkan, jangan anak panti asuhan yang sudah sengsara makin dibuat sengsara,"kata Udin.

Dalam RDP tersebut terungkap ada sekitar 4 item sembako yang diganti spesifikasinya dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Susu yang seharusnya Indomilk diganti dengan naraya, Sarden yang seharusnya ABC diganti Otan, Beras Centra Ramos diganti dengan beras kualitas rendah, Indomie diganti dengan Salam Mie, dan minyak goreng yang seharusnya bimoli diganti dengan minyak goreng kemasan.

Eddy, dari pihak CV TPA membenarkan ada empat item yang tidak sesuai dengan spesifikasi bantuan yang akan didistribusikan. "Memang ada empat item yang tidak sesuai dengan spesifikasi tapi saat itu kami tunjukkan ke staff dinsos katanya sudah sesuai,"katanya.

Sementara itu Tasmuzi, ketua Asosiasi Panti Asuhan Kota Batam menyesalkan penyelewengan tersebut. Ia meminta kepada 
pihak TPA untuk membayar sembako yang sudah dikonsumsi oleh anak panti asuhan. Ia juga meminta agar dinas sosial segera menarik sembako tersebut.

"Waktu itu dikirimkan ke kami, kami tak tahu ada penyelewengan di sana. Apalagi anak-anak taunya hanya mengkonsumsi saja. Kami minta apa yang sudah kami konsumsi tersebut untuk diganti,"katanya. (ian)

384 Meninggal Karena Aids


384 Meninggal Karena Aids
BATAM KOTA (BP)- Jumlah korban yang tertular HIV Aids setiap tahunnya cenderung meningkat. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah penderita HIV dan Aids sebanyak 3.293 orang. Sementara  korban meninggal dunia di antaranya sudah mencapai 384 orang. 

Hal tersebut diungkapkan Pieter Pureklolon, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Batam saat konfrensi pers di gedung bersama Pemko Batam, Jumat (30/11). Peningkatan penderita penyakit HIV Aids ini meningkat karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian, pencegahan dan penularan HIV Aids.

Pieter mengatakan dalam  Tahun 1992 hingga 2008 jumlah yang terinfeksi HIV 1066 orang dan yang positif Aids 464 orang, di mana 177 0rang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2009 yang terifeksi 273 orang dan yang positif aids 77 orang dan yang meninggal 36 orang. Sementara 2010 yang terinfeksi HIV sebanyak 317 orang dan yang positif aids 134 orang, 74 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2011 yang terinfeksi 397 orang dan yang positif aids 151 orang dan yang meninggal dunia 59 orang.

Sementara tahun 2012 hingga bulan Oktober yang tertular HIV sudah mencapai 423 orang dan yang positif aids 254 orang dan yang sudah meninggal sudah mencapai 54 orang.

"Dalam sepupuh tahun terakhir total keseluruhan  yang terinfeksi HIV adalah 2340 orang , sementara yang positif aids sebanyak 953 orang dan yang sudah meninggal dalam 10 tahun terakhir 384 orang,"kata Pieter.

Pieter menambahkan penularan HIV Aids bagi manusia terjadi karena pasangan yang berganti-ganti, melalui transfusi darah dan penggunaan narkoba. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak menjauhi penderita Aids karena tidak menular melalui kegiatan kontak sosial.

Terkait pelaksanaan peringata hari  Aids sedunia, KPA akan  bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Nurmadiyah, selaku ketua panitia hari Aids sedunia tingkat Kota Batam mengatakan tema peringatan hari Aids sedunia kali ini adalah melindungi perempuan dan anak. 

Dalam memperingati hari Aids sedunia, Sabtu (1/12) ini KPA dan pemberdayaan perempuan sudah melakukan penyuluhan tentang HIV Aids ke 10 sekolah di Batam.Selain itu panitia juga akan membagikan pita merah danbunga kepada masyarakat di Batam. Beberapa lokasi pemberian bunga dan pita tersebut di antaranya pelabuhan Sekupang dan Punggur dan semua lampu merah di Batam.

Nurmadiyah mengatakan Komisi penangulangan aids dengan badan pemberdayaan perempuan dan anak akan berupaya terus untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di Kepri.Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak mengenai bahaya yang ditimbulkan Aids ini,"katanya.

Nurmadiyah mengatakan sebelumnya Badan pemberdayaan perempuan sudah melakukan beberapa kegiatan diantaranya penyuluhan kesehatan reporduksi terhadap remaja dan menyelamatkan perempuan dan anak dari HIV Aids. 

"Batam sangat strategis yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara. Makanya harus hati-hati terhadap kesehatan perempuan dan anak terutama dalam penularan HIV Aids,"kata Nurmadiah. (ian)